Contoh Puisi Pendek

Contoh Puisi – Pada umumnya kita semua sudah mengenal yang namanya puisi. Puisi merupakan karya sastra yang dibuat oleh seseorang untuk menyampaikan berbagai pesan melalui diksi dan pola tertulis.

Penyair adalah istilah untuk orang yang membuat atau menciptakan puisi. Dalam bentuk seni puisi ini, seorang penyair menggunakan berbagai gaya bahasa untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis.

Kumpulan Contoh Puisi

Berikut ini disajikan beberapa contoh puisi berbagai tema seperti puisi pendek, puisi bebas, puisi pendidikan dan kehidupan. Semoga artikel ini bisa dipelajari untuk mengasah imajinasi dalam membuat puisi sendiri.

Contoh Puisi Pendek

contoh puisi pendek
contoh puisi pendek | pixabay.com

Tak Puas

Tak Puas…Hutan sudah mulai menguning
Sungai sudah teracun limbah
Ikan-ikan mati tak bersisa
Makhluk binasa tiada pangan

Uang sudah melimpah
Tak terhitung berapa jumlahnya Mataku silau melihat harta
Namun tak tahu apa bunganya

***

Anak Nakalku

kemana saja kamu hingga kotor mukamu,,
kesayanganku dengan muka yang kotor,,
aku mencarimu sampai ikut kotor,,
dan mencuci semua bajumu,,
aku menemukan permen karet di sepatumu,,
aku tahu itu permen karetmu,,
dan aku tahu kamu bermain di tempat sampah,,
aduuh,,
pusing rasanya,,
melihatmu,,
namun aku tak sanggup tidur tanpamu,,
anakku,,
dan kesayanganku,,

***

Dunia Kini

Minggu pagi pun merebak,,,
Bagai daun kering berguguran,,
Tak henti-henti berguguran,,,
Saat semuanya terlena,,,
Semuanya berubah,,
Sekelompok manusia berencana yang merubah,,,
Yang salah jadi seperti biasa,,
Yang aneh jadi seperti wajar,,
Hati-hatilah sayang,,
Itulah dunia kini.

***

Kesabaran

Gubung bambu istana baginya,
Perut yang selalu bernyanyi dalam hidupnya,
Walau pahit telan untuk manis,
Bersyukur kunci agar tak menangis,

Melangkah kaki ini hingga membentuk garis pecahan,
Duri-duri selalu menghadang raga,
Wajah menahan kesakitan,
Menyebut namaNya dalam jiwa,

Hati berkata : “ lahaulawalquwata illabillahil alihiladzim,”

***

Sudut Pandang

Kita lahir dari rahim yang sama
Membuka mata di saat berbeda
Aku menolongnya kau mencacinya
Tapi kau yang jeli dan aku tertipu belaka

Ini hanya masalah sudut pandang
Menganggap kaya berlebihan atau miskin keterlaluan
Mata rahim melihat itu semua seimbang
Kita semua lahir dari rahim yang sama, rahim keadilan

***

Lebih dari hancur

Seperti pisau tajam yang menusuk hati
tak pernah bisa dilepas lagi
menusuk sampai nurani
tempat aku bingkai indah namamu

Aku hanyalah serpihan puing yang rapuh
ingin aku ceritakan kehancuran ini
tapi, kau seolah tak peduli
tak mampu kusatukan lagi kepingan hati

Contoh Puisi Bebas

Contoh Puisi Bebas
Contoh Puisi Bebas | unsplash.com

Masih Tersisa

Masih tersisa
tanah permai udara nan sejuk
pagi yang berkerlip embun di hamparan kehijauan
dan senja pantai berkerudungkan lembayung
di antara tangis terpendam
dan duka yang timbul tenggelam

Masih tersisa
rindu kedamaian dan hasrat cinta
sumpah sesaudara, ikrar seduka dan cita
seikat dalam hati, sejiwa dalam asa
di antara sayatan tikai yang amat tajam
dan lelahnya menitikkan darah dendam

Nun jauh dalam hutan dan sisa ladang
tonggak-tonggak tunas tiasa kukuh tegak
menjadi tiang harap
penyangga lara pada puji dan doa
di antara berjuta juta batang yang terus bertumbang
dan lalu bermigrasi entah ke mana

Nun bentang di balik hamparan ombak
terumbu menari-nari, eksotik dan mesra
letik-letik ikan menggelayut berpaut jala
menebar senandung hidup dan rasa
di antara liarnya pukat dan riak
yang menjelma dalam hitungan-hitungan angka

Masih tersisa
untuk selalu kita jaga

***

Sesal Yang Indah

Bukanlah tiada perasaan malu yang hadir
Tiada pula rasa kesal dan sesal
Karena semua hadir tanpa kehendak yang disengaja

Namun,
Jika semua harus berakhir
Janganlah berakhir dengan pualam tak bergeming…

Sebenarnya tiada kerinduan
yang berubah emosi
Tiada kasih sayang
yang berubah amarah
Tiada kelembutan
yang berubah dendam
Semua harus dihadapi, bukan disesalin

***

Kemustahilan Itu Kamu

Aku adalah detak detik jam yang semakin
bertambah nilainya dan kembali lagi ke satu
lalu dua dan berlanjut,

Dan engkau adalah angka fana tiga belas
yang tak kunjung ada dalam perjalananku,
Seberapa banyak ku berputar,
Tak ada engkau bukan ?

***

Telah Renggut

Masa pertama kali
Hebat dirobek murni
Tumpah darah negeri
Fase saat diuji

Pudar?Tak akan terjadi
Biar merebak biak meniti
Tetap nyala kobaran api
Semangat!!!Empat puluh lima

Dirgahayu Indonesia
Lekas sembuh negeriku tercinta

Contoh Puisi Kehidupan

Contoh Puisi Kehidupan
Contoh Puisi Kehidupan | pexels.com

Aku dan Pulang

Aku pergi sekarang
Sekarang aku pergi

Kerja demi aku
Pergi demi kerja

Datang untuk cinta
Cinta belum pulang

Aku dan aku
Kerja dan kerja
Cinta dan cinta

Bekerja untuk cinta
Untuk di rumah.

BALI, 160320

***

Sebelum Hari Ini

Sebelum hari ini
Darah masih mengalir
Di peringai lepas menerjang

Sebelum hari ini
Tapak kaki berpijak
Di fiksi para pemimpi

Sebelum hari ini
Masalah ditimpa mirat
Tentang materi dan fisik

Sebelum hari ini
Luka luka kehilangan
Kesembuhanya

Sebelum hari ini
Esok hari mungkin mengerti
Dunia tak seindah di fantasi

***

Menanti

Kami masih disini
Menanti walau tak pasti
Berharap keajaiban datang menghampiri
Untuk hilang kan semua keraguan hati

Tuhan..
Kami mohon, redakanlah badai ini
Sirnakanlah segala kepiluan kami
Dan hadirkan lah senyum bahagia di wajah kami
Dan berkumpul dengan orang kami sayangi

***

Pengembara Nafkah

Ada beribu tutur nasehat
Dari setiap celotehan singkat
Ada berjuta untaian cerita
Dalam suatu keikhlasan cinta

Tepat di wajahmu yang kian menuju senja
Kutemukan kedamaian yang terpatri di sana
Tentang tetes peluh yang tak pernah palsu
Melebihi semangat yang tak pernah ragu

Andai, aku dimukjizati mantra
Berharap bisu ragamu dapat kubaca
Benarkah sepenuhnya gundukan bahagia
Ataukah hanya lelah yang selalu kau paksa

Pernah kupergoki,
Suatu saat, kau sedang bercengkrama dengan Tuhan
Meratap harap yang terekam doa
Dalam sepasang tadahan tangan

Jika saja langit dapat mendengar
Mungkin saja ia akan mengguyurmu dengan jutaan berlian
Bukan lagi megah kilat halilintar
Atau deras air hujan yang menghantam badan

Kau menjadi salah satu dari sekian banyak kisah
Betapa pahitnya perjuangan para pengembara nafkah
Dalam rasa yang berpegang teguh
Meski, barangkali langit tak memberi teduh

Contoh Puisi Persahabatan

Contoh Puisi Persahabatan
Contoh Puisi Persahabatan | shutterstock.com

Bintang Untuk Sahabat

Malam nan suci dan sepi,
menarikku untuk keluar dari rumah.
Kupandangi Langit malam…
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Andaikan ku seorang Bidadari,
Kan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari diatas sana.

Kuraih sebuah Bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku.

***

Bahasa Langit

Gumpalan awan di langit biru
Bercerita kisah kita
Saat deras hujan bagai air mata
Dan cerah mentari jadi wajah kita

Warna pelangi di langit biru
Hanya jadi saksi bisu
Saksi kisah perjalananku denganmu
Saat perbedaan jadi keindahan

Langit pun berbahasa
Dan bersenandung ria
Lantunkan lagu rindu antara engkau dan aku
Oh Sahabat…

Langit pun berbahasa
Tanda bersuka cita
Sambut esok dimana kita kan slalu bersama
Selamanya…

Dan dengarlah, dengarlah slalu
Itulah semua tentang kita,
cerita bahasa langit…

***

Tanpamu

Sahabat,
Kau yang memutuskan
Hingga aku terlena mengikutimu
Menerjang dunia fana
Diiringi luka dan pilu

Aku sudah bukan aku
Karena aku hanya manusia
Yang membutuhkan kebebasan
Yang penuh akan cahaya

Aku adalah burung
Tak akan bisa terbang
Jika indukku tak membantu
Itulah aku
Tak bisa berjalan tegak
Tanpa kau sahabat

***

Keabadian

Waktu selalu kita miliki
Tempat selalu ada untuk kesenangan kita
Hingga harapan selalu hadir dalam angan-angan kita

Tapi,
Kini serasa waktu tak bersahabat
Tempat pun menjadi enggan
Dan harapan sirna begitu saja

Aku yakin selalu ada waktu
Aku yakin selalu ada tempat
Aku yakin selalu ada harapan

Selama tak mengacuhkan
Selama tak meremehkan
Selama tak dengki

Kita perlu keunikan
Kita perlu mengubah pandangan
Walaupun kisahnya sudah berbeda
Tapi kita adalah satu
Karena sahabat adalah abadi

Contoh Puisi Cinta

Contoh Puisi Cinta
Contoh Puisi Cinta | freepik.com

Secawan Rindu

Rasanya tlah lelah sayap-sayap ini terbang mencari pintu ke hatimu
Kau selalu berbalik dan menjadi bayangan semu

Selebihnya aku meniduri angan di tepian telaga rindu
Derunya selalu membuatku mabuk tanpa tahu waktu

Bagaikan secawan khamar
Setelah candu kutenggak habis
Tanpa malu ucapkan rindu di sisa-sisa sadarku

***

Hari Terbaik Untuk Hujan

Seperti mimpi
Saat rintikmu hinggapi pipi, menerpa pori
Bawa aku dalam sebuah elegi
Cerita tentang aku dan kamu saat menjadi kami

Diksiku mungkin hanya fiksi
Namun rasa di hati
Bergeming, melengking tinggi

Katakan aku hanyalah berimaji
Bilang padaku semua ini hanya ilusi
Atau hanya sebuah anomali di sanubari

Kita hanya bisa sampai di sini
Usahlah sesali
Aku dan kamu pernah sehati
Getaran ini pernah nyata, bukan halusinasi
Kita pernah satu misi, paralel dalam satu garis lini

Biarlah begini
Sudah cukup kita saling menyakiti
Mungkin aku dan kamu telah lelah berdua
Lelah menjadi kita

Hari ini, cinta
Hari terbaik hujan turun ke bumi
Agar lebur air mata ini
Tangisi kisah indah yang pernah kita jalani

***

Ungkapan Hati

Bila kau tanyakan letak rindu
Jawabannya jelas tak tentu
Dia tak mau tau
Mambelaimu tak kenal waktu
Kapan akan hadir disetiap temu

Jujurnya
Dia titipkan pesan
Menuju engkau,
Rengkuh paling ingin kujangkau
Nurani paling ingin kumiliki

Dari sajadah ini,
Ku sampaikan salam padamu
Tujuan pulang dari setiap pergi
Tujuan cinta paling suci dan murni
Kekal abadi anugrah ilahi

Biarkan aku,
Mencintamu penuh seluruh
Tak hanya singgah namun sungguh
Bahwa mengertilah
Bait bait ini bukan puisi
Ini ungkapan hati seorang lelaki.

***

Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti
Aku akan kembali padamu
Tapi hanya dalam bayanganmu,
Engkau takan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti
Senyumanku takan kau lihat lagi
Tapi disetiap kesendirianmu
Kau akan tetap kugenggam.

Pada suatu hari nanti
Walau kau tak merasakan
Kasih sayngku lagi seperti dulu
Namun disela-sela huruf sajak ini
Kau takan ku biarkan sedih.

Contoh Puisi Sedih

Contoh Puisi Sedih
Contoh Puisi Sedih | pixabay.com

Sedih Ceritaku

Sendiri terpaku memandang langit diatas…
Ribuan bintang menatapku lekat…
Yang temaram tanpa sinar…
Karena gundah gelisah mengakar…

aku ingin bak sang garuda…
mengepakan sayap gagah berani…
tak kenal gentar akan segala goda…
tak kenal lelah akan riuhnya badai…
tapi,aku hanyalah sang kupu…
mengepakan sayap lemah…
dan terbang tak kenal arah…

***

Saat yang Kurindukan

Saat ketika aku memilikimu adalah saat yang kurindukan
Saat ketika kau tinggalkanku adalah saat aku mati
Jika aku hidup dalam ketakutan karena kematian yang dijanjikan
Aku lebih suka bersamamu ketimbang hidupku selamat

Ketika aku melihat kesedihanmu
Hal itu melukaiku, seperti yang kau lihat
Dan ketika aku tidak melihatmu
Hal itu melukaiku, seperti yang kau lihat
Wahai, bicaralah padaku, hidupku
Cintaku, bercakaplah denganku.

Untuk keberapa lama kesedihan ini kuderita
Bukankah aku telah cukup membayarnya dengan banyak air mata?
Wahai kekasih, bicaralah padaku
Wahai kekasih, jawablah aku.

***

Meratapi Kepergian

Jika aku meratapi kepergianmu, hal apa yang akan kamu katakan..?
Jika aku merana karena cinta, kemana jalannya..?
Jika mengutus seseorang untuk menceritakan kesedihanku
Sang kekasih mengeluh tak seorang pun mau menyampaikan.

Jika aku dengan penuh kesabaran
berusaha menahan semua deritaku
Setelah hilangnya cinta,
aku tak mampu menahan hempasannya
Tiada yang tinggal kecuali kesedihan dan penyesalan
Dan air mata yang terus mengalir di pipi.

Engkau yang telah lama hilang dari pandanganku
Maukah engkau tinggal selamanya demi hatiku yang mencinta
Engkaulah yang telah mengjariku bagaimana mencintai
Dan tidak akan menyimpang dari ikrar cinta.

***

Kenyataan Pahit

Sekuat tenaga menjadi yang terbaik
Seluas langit perhatian kuberikan
Sebesar samudra cinta kupersembahkan
Namun itu semua tak berakhir tak bersisa

Kau telah mengambil hatiku
Mencuri rasa dalam diriku
Namun kau buang itu semua
Kau patahkan tanpa rasa kasihan

Pergi berlalu tanpa merasa beban dihati
Bertemu sang pujaan kau perlihatkan sehari-hari
Tidak ada kata perpisahan
Hanya ada pengkhianatan

Pengorbanan ada karena cinta
Ikhlas tanpa paksaan
Pilihan sudah kau tentukan

Harus kuterima walau tanpa penjelasan

Contoh Puisi Pendidikan

Contoh Puisi Pendidikan
Contoh Puisi Pendidikan | pixabay.com

Mari Membaca

Selembar kertas ada di depanmu
Ribuan huruf menanti di hadapanmu

Oh buyung yang malang
Mengapa engkau hanya termenung?

Terdiam dan terlihat bingung
Lalu sesobek lembaran itu kau lipat dan diamkan

Sayang sekali oh sungguh sayang
Padahal banyak sekali wawasan di selembar itu

Pengertian menantimu janganlah ragu
Masalahnya kau tak mau membaca

Padahal tak sesulit yang kau kira
Hanya malasmu saja yang besar menganga

Padahal dunia begitu luasnya, hamparan ilmu panjang membentang
Kehidupan menawarkan isinya dan berkata

Mari ketahuilah seluruh isiku
Masakan kau tak ingin mengetahui seluruh dunia

Sayang seribu sayang malasmu tetap kau pelihara
Adikku sayang berdirilah sekarang

Bangkitlah dari engganmu
Majulah dari tempat kotormu

Karena tak mungkin hanya itu saja yang engkau mau
Selama kau hidup kau pasti inginkan yang baru

Berlari meraih cita-citamu

***

Taman Ilmu

Tumpukan bata merah bersendikan besi
Berdiri menantang tinggi beralaskan bumi
Dinginnya hujan engkau abaikan
Panasnya surya tak kau hiraukan

Tanganmu terbuka tanpa ragu
Pada semua yang haus ilmu
Dikaulah taman pendidikan
Rumah bernaung segala ilmu

Kusuma mekar dari dalammu
Carut marut pendidikan tertelan olehmu
Bila kau tiada dungulah semua
Bila kau ada cerahlah dunia

Sungguh indah bila kau ada dimana-mana
Ada di kota, hadir di desa
Tapi sayang kau tidak punya kaki
Hanyalah sebuah taman, dirimu tertancap di bumi

Meskipun ingin pergi tidaklah mungkin
Padahal banyak yang membutuhkanmu

Kau tetap berdiri disana dan hanya menunggu

***

Apa Kabar Pendidikan

Apa kabar pendidikan?

Apakah engkau baik-baik saja?
Belakangan ini kudengar engkau semakin bergengsi

Mentereng berwarna warni
Juga tampaknya banyak yang mewaspadaimu

Karena di dalam dirimu tak seaman dulu
Banyak kekerasan dan ketidak senonohan

Padahal banyak yang membutuhkanmu
Aman dan bersahabat seperti dulu

Bukannya berbahaya seperti sekarang
Sudah mahal membayar masih bisa meradang

Kapankah engkau mau berbenah?
Jadi lebih baik tidak seperti sekarang

Karena anak cucuku juga nanti ingin sekolah
Di tempat dimana engkau berada

Dimana cita-cita bukanlah hanya sekedar asa

***

Bapak Guru

Bapak guru engkaulah yang membimbing kami

Tak hentinya selalu menjagai
Di balik tegasmu kami rasakan sayangmu
Di belakang kerasmu kami mengetahui perhatianmu

Kami jadi melihat dunia
Dan kami melihatnya melalui engkau
Pengalaman hidup dan wawasan yang luas kau bagikan

Letih dan lelah tak kau rasakan
Sepeda ontelmu tidak berganti baru
Hanya buku dan kami saja yang engkau tahu

Meskipun panas dan hujan selalu mendera
Namun perhatianmu akan selalu ada
Semoga banyak guru yang berbakti seperti bapak

Supaya terangnya ilmu meski jauh tetaplah nampak

Contoh Puisi Ibu

Contoh Puisi Ibu
Contoh Puisi Ibu | unsplash.com

Bidadari Surgaku

Ibu engkaulah Bidadari Surgaku . . .
Ibu, kuingin mencintamu setulus dan sebisapun aku mampu. . .
Aku sangat ingin bahagiakan dirimu hingga akhir hayatmu. . .

Aku ingin tetap dekat dengan kamu. . . meski dewasaku membawaku pada keluarga baruku. . .
Aku sangat ingin berbakti kepadamu tanpa batas waktuku. . .
Karna cintamu adalah dihidupku. . .
Karna jasamulah tiddk lekang oleh waktuku. . .
Ibu…

Semoga kita tetap bersatu di Surga terindahnya kelak…
Dari Anakmu yang selalu mencintaimu…

***

Ibu Slalu Menemani

Ibuku adalah teman disaat aku kesepian. . .
Ibu adalah seseorang guru disaat kita dalam ketidak tahuan. . .
Ibu dialah penolong disaat kita dalam kesusahan. . .
Ibu adalah malaikat cinta saat aku dalam kesedihanku. . .
Ibu merupakan sebuah sinar saat hatiku gelap. . .
Ibu. . .

Kau ialah segala-galanya dalam hidup. . .
Walaupun aku!!! . . .
Memberikan semuanya darah dan daging yang ada didalam tubuhku ini untukmu. . .
Maka. . . tidak akan mampu membayar semua kasih dan sayang yang tlah kau berikan. . .
Ibu I love you. . .

***

Doa Untukmu

Aku tak tau apa yang harus aku lakukuan tanpa dia. . .

Dialah yang slalu mengerti aku. . .
Dia yang tidak pernah letih menasihatiku. . .
Dia yang slalu menemaniku. . .

Dialah ibuku. . . orang yang slalu menjaga aku. . .
Tanpa dia hidupku hampa di dunia ini
Tanpanya aku bukanlah siapa-siapa

Aku hanyalah manusia yang lemah
Yang membutuhkan kekuatanmu. . .
Kekuatan cinta dan kasih dari ibuku. . .

Ya Allah. . .
Berikanlah kesehatan kepada ibu. . .
Panjangkanlah umurnya. . .
Aku ingin membahagiakan dia. . .
Sebelum saya atau ibuku yang tlah tiada didunia. . .

***

Tanpa Pamrih

Ibu engkau mengandungku 9 bulan
sampai kau melahirkanku dengan susah payah
Dikau merawatku sampai aku tumbuh berkembang besar
Dikau juga merawatku tanpa pamrih. . .

Dan kau juga merawatku dengan penuh kasih dan sayang
Ibu. . . engkaulah yang mengajari aku berjalan sampai ku bisa berjalan
Dikau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa dengan lancar
Ibu engkau bagai malaikat aku. . .

Kala aku bersedih engkaulah yang slalu ada untuk menghibur aku. . .
Ibu. . . aku juga merasa engkau pahlawan terhebattku
Disetiap aku kesusahan engkaulah slalu ada untuk membantu diriku
Ibu. . . dikau bekerja keras
untuk menafkahi aku. . .

ibu. . . trima kasihku atas pengorbananmu
Yang kau berikan kepadaku. . .

Ibu. . .

Contoh Puisi Ayah

Contoh Puisi Ayah
Contoh Puisi Ayah | pixabay.com

Kerinduan

Ayah di mana engkau berada
Di sini aku merindukan mu
Mengiginkan untuk bertemu
Merindukan akan belaian mu

Kasih sayang mu selalu ku rindukan
Engkau selalu hadir dalam mimpi ku
Mimpi yang begitu nyata bagiku
Mengiginkan engkau untuk kembali

Aku selalu mengharapkan engkau hadir
Menemani aku setiap hari
Menemani masa pertumbuhan ku

Untuk tumbuh menjadi besar
Tampa engkau di sisiku
Tampa engkau yang menemani Hari-hari ku
Puisi Oleh (Niki Ayu Anggini)

***

Ayah Segalanya Untukku

Ayah…
Beribu kata telah kau ucapkan
Beribu cinta tlah kau berikan
Beribu kasih tlah kau berikan
Hanya untuk anak mu

Ayah…
Kau ajarkan ku tentang kebaikan
Kau tunjukanku tentang arti cinta
Kau jelaskanku tentang makna kehidupan
Dan kau mendidikku dengan sungguh kasih sayang

Ayah…
Betapa mulianya hati mu
Kau korbankan segalanya demi anak mu
Kau banting tulang hanya untuk anak mu

Kini ku berjanji tuk semua kerja keras hanya untuk mu
Ku berjanji tuk semua kasih sayang mu
Dan ku berjanji untuk ketulusan hati mu
Bahwa aku akan selalu menjaga mu
Aku akan selalu menyayangimu hingga akhir hidup ku
Terimakasih ayah untuk semua kasih sayang mu
Puisi Oleh (Clara)

***

Getar Malam Rinduku

Ingin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentang mu
Puisi-puisi gelap menimang ku

Sajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelah ku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap

Mantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang memancar melahirkan syair
Bak pujangga berlagu
Ini untukmu, Itu buatmu, Dan do’a sebagai baktiku
Miss you Ayah
Puisi Oleh (Eko Putra Ngudidaharjo)

***

Kehilangan

Ayah,
Kehilanganmu seperti aku kehilangan dunia
Seperti aku kehilangan seluruh daya
Seperti aku kehilangan separuh jiwa

Ayah,
Dari keringatmu aku hidup
Dari tanganmu aku makan dan minum
Dari nasehatmu aku menjadi manusia

Ayah,
Kepergianmu memukul hatiku
Kepergianmu mencabik jiwaku
Kepergianmu meruntuhkanku

Ayah,
Semoga engkau berbahagia di sana
Semoga engkau tenang di surga-Nya
Semoga amalanmu diterima oleh-Nya.

Contoh Puisi Guru

Contoh Puisi Guru
Contoh Puisi Guru | pexels.com

Guru Samudera

Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita,
Kau bilang itu semua cakrawala,
Luasnya ilmu Sang Pencipta,

Jubahmu telah memudar bu,
Tapi jasamu untukku,
Jadi jalan memakmurkan hidupku.

Selamanya

***

Pak Guru

Pak
walaupun kata katamu kasar
ku tau kau berhati besar

pak…
Aku janji padamu
peluh keringatmu
akan ku balas dengan semangatku

air matamu
akan kubayar dengan prestasiku
tak berani ku janjikan gunung padamu
tapi ku pastikan,
ku takkan buatmu malu

***

Sosok Pelita Hidup

Mentari bersinar dengan cahaya yang kemilau
Suasana indah menyelimuti pagi yang cerah
Langkahmu menjadi saksi pengabdian
Untuk mendidik dan mengajar

Kaulah pelita di ujung pagi
Kau sosok yang selalu di rindui
Kau pahlawan bagi kami
Dan kau sosok berharga untuk kami

Tanpa lelah kau ajarkan kami
Dari mencoret dengan pena
Sampai dengan menggambar dengan cara
Namun, kau tetap sabar menghadapi semuanya

Sosokmu sebagai pelita kehidupan
Langkahmu yang ikhlas bagai lilin di tengah kegelapan
Jasamu yang besar tak terhitung banyaknya
Dan apa yang kau lakukan akan selalu kami kenang

Oh..
Pahlawan tanpa lencana
Terimakasih telah mengajarkan kami
Terimakasih telah membimbing kami
Doa selalu mengalir dari kami
Semoga Tuhan selalu meridhai

***

Guruku

Oh…Guru,
Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Engkau mendidik dan mengajarkan kami
Dari kami tidak bisa apa-apa
Hingga kami menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa

Guru…,
Engkaulah orang tua kedua kami
Kau habiskan waktumu
Hanya untuk memdidik kami

Engkau mendidik dan mengajarkan kami
Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan
Sampai kami mengerti
Ilmu yang kau ajarkan

Guru engkau adalah manusia mulia
Yang setiap hari mengajar
Dan memberiku ilmu yang bermanfaat

Ketika kami berbuat salah
Engkau selalu menegur kami
Dengan memberi nasihatmu
Yang sangat bermakna

Oh.. Guru,
Terimakasih kami ucapkan
Kepada engkau yang telah
mengajarkan kami
Meskipun kami sering
membuat mu kecewa

Kau tidak pernah marah
Besarnya kesabaran yang kau miliki

Guruku…,
Kuucapkan terimakasih sekali lagi
Atas segala yang telah engkau berikan

Contoh Puisi Alam

Contoh Puisi Alam
Contoh Puisi Alam | istockphoto.com

Senja Yang Sirna

Di dalam lubuk hatiku
Ku duduk sembari termangu
Mengartikan segores warna kelabu
Di langit yang tak lagi membiru

Saat sore yang akan dijemput senja
Burung burung kembali pulang ke sarangnya
Indahnya ragam karya sang pencipta
Disaat langit cerah berganti warna

Kini malampun telah datang
Ditemani bintang yang bersinar terang
Selembar daun melesat terbang
Tersapu oleh dinginnya angin malam

Kini cahaya terangmu telah sirna
Ditelan oleh waktu dan masa
Manusialah yang menjadi penyebabnya
Kini tercemarlah alam Indonesia

***

Angin dan Hujan

Awan hitam pertanda hujan
Kau datang memberi kesejukan
Kau dan angin datang bersamaan
Lubang yang terpenuhi dengan genangan
Dan kau angin yang membawa angan
Rinduku tebal tak tertahankan
Rasa nya ingin cepat cepat ku sampaikan
Angin pembawa angan
Tolong cepat sampaikan
Hati ini tak tahan menahan beban kerinduan

***

Alamku

Embusan angin di hari senja
Meliukkan pucuk-pucuk Pinus
Menari-nari indah ke kiri dan kanan
Meleburkan hati resah dalam bimbang

Kicauan burung-burung
Sembari melompat antar cabang
Melantunkan melodi indah
Menjadikan hati tenang

Warna-warni bunga bermekaran
Di tepian telaga dikaki bukit
Memberi keindahan panorama alam
Bukti kekuasaan sang Khalik
Pemberi kehidupan bagi insan.

***

Lautan dan Angin

Wahai,,,lautan dan angin
Janganlah kalian mengamuk di pagi buta.
Wajah kalian muram dan masam.

Apa gerangan?

Aku tiada paham, apa kalian marah dengan tingkah para nelayan.
Wahai lautan dan angin.
Janganlah engkau merajuk dengan kami.

Aku dan para nelayan kebingungan, apa yang harus kami kerjakan, daratan kini corona menutup lapangan kerja.

Dapur kami engan berasap, mulut kami jua tiada berasap.
Beras kami kini bisa di hutung butir.

Wahai lautan dan angin.
Tenanglah kalian, agar kami tiada risau.

Contoh Puisi Lingkungan

Contoh Puisi Lingkungan
Contoh Puisi Lingkungan | pexels.com

Indahnya Potongan Surga

Indonesia, negeriku tercinta
Berjuta warna dalam satu negara
Di tanah air tumpah darah bangsa
Kita hidup di atas potongan surga

terhampar dari sabang hingga merauke
berjejer pulau pulau indah
dengan pantai dengan permadani hamparan pasir
Biru langitku, biru lautku

Gunung gunung megah tampak berdiri dengan gagah
Perkasa berhiaskan pohon – pohon hijau
Disana ada mutiara hidup para penghuninya
Tempat dimana mereka menikmati kedamaian

Indahnya negeriku
Menjelajah kepulauan yang luas
Dibawah langit tuhan
Dibawah selaksa awan yang beriringan

Indonesia, alam dari surga
Secuil keindah surgawi
yang hinggap di negeri kita

***

Biru

Di batas biru lazuardi
kepak pun lelah tembus mega
hanya getar
menggelepar sebentar
lalu luluh
luka di balik sayap
masih sayat
tapi darah bukan batas
lihat
tak ada merah di cakrawala
hanya biru

kepak…
kepakkan sayapmu raja langit
hentak bumi dan terjang angkasa
Terbang…
Terbanglah lagi elang
tak ada batas di langitmu
hanya biru dan biru

***

Lembayung Jingga

Lembayung jingga masih setia
diatas bukit yang sama
beranjak perlahan melepas senja
menunggu sesaat sambut kejora

Sedikt engkau terlihat resah
saat pekat hendak menjelma
seakan kau terluka
saksikan kiprah para manusia

Raut wajahmu tak seindah dulu
selalu ceria dan tak pernah sendu
kini kau simpan dendam menggebu
pada kami yang merasa tak tahu

Kau tatap kami dengan sinarmu yang tajam
bagai ceria yang siap menghujam
tanpa merasa ada batas yang menghadang
karena kami yang selalu jauh pada Sang Khalam

***

Rinduku pada hutan

Rinduku pada Hutan
Menghirup udaranya
Memandang Rimbunya
Hijau Daunnya
Sepinya

Rinduku pada hutan
Menginjak rumputnya
Embunnya
Rinduku pada hutan
Mendengar kicau burungnya
Teriakan sang kera
Auman harimau
Kegesitan kijang
Atau ular yang melata
Rinduku pada hutan
Rindunya kehidupan

Contoh Puisi Pahlawan

Contoh Pahlawan
wikipedia.org

Sinar Itu Dekat

Jikalau kita insyaf
bahwa kekuatan hidup itu
letaknya tidak dalam menerima
tetapi dalam memberi

Jikalau kita semua insyaf
bahwa dalam percerai-beraian itu
letaknya benih perbudakan kita;
Jikalau kita semua insyaf
bahwa permusuhan itulah yang menjadi
asal kita punya “via dolorosa”

Jikalau kita insyaf
bahwa roch rakyat kita masih penuh
kekuatan untuk menjunjung diri
menuju Sinar yang satu
yang berada di tengah-tengah kegelapan gulita
yang mengelilingi kita ini
pastilah persatuan itu terjadi
dan pastilah Sinar itu tercapai juga
Sebab Sinar itu dekat

***

Kebencian Mendalam

Kisah tentang para pejuang yang mati
Kisah para pejuang yang melawan
Membekas di dalam hati
Membangkitkan semangat juang

Cinta pada negeri
Itulah landasannya
Kau sebagai pahlawan yang terbuang
Di negeri ini aku menyapamu

Kau terbuang di pengasingan
Seorang pejuang yang terasingkan
Dalam derunya kemerdekaan
Saudaraku

Aku menyapa penuh cinta
Aku menyapamu penuh dekapan
Aku menyapamu penuh semangat
Semangat juang yang tak pernah usai

***

Rindu Pertiwi

Darahmu menjadi air bagi tanah kami
Darahmu menjadi energi
Menumbuhkan para tunas-tunas baru
Generasi-generasi baru

Saksikanlah tanah juangmu kini
Kau akan terima keluh kesah dari pertiwi
Menantimu kembali
Sebagai pahlawan sejati

Di mana lagi keberanian?
Di mana lagi teriak semangat?
Di mana lagi sosokmu?
Hai pahlawanku

Ribuan hari berlalu
Jutaan hari terhitung
Namun tak kutemui
Sosok sepertimu

***

Sepenggal Kisah Pejuang

Saat kisah-kisah perjuangan
Serta cerita heroik penuh patrotis diperdengarkan
Oleh lisan-lisan para veteran perang
Saat itu pula hati terbakar seolah ingin ikut berjuang

Ketika legenda-legenda tentang penjajah
Serta kekejaman dalam penjajahan diperdengarkan
Oleh lisan-lisan para veteran perang
Saat itu pula hati membenci dengan segala perasaan tak rela

Cerita tentang para pejuang
Melawan para penjajah
Membekas di hati dan membangkitkan rasa di hati
Akan kecintaan kepada negeri

Contoh Puisi Hujan

Contoh Puisi Hujan
pixabay.com

Simfoni Hujan

Hujan
Ketika kau datang
Gemuruh halus nan lantang
Suaramu bagai nada-nada dan Irama yang disimfonikan

Hujan
Tetaplah di sini
Temani daun yang merunduk
Hiasi alam dini dengan warna jernihmu
Hingga alunan rintik-rintik
Memancarkan keindahan

Hujan
Datangmu menawan
Menggoyahkan jiwa insan
Saat dentingan manja kau pancarkan

***

Saat Merindumu

Merindumu adalah menemu sunyi
seperti gerimis menjumpai tangis
serupa puisi;
sebait kata pada tubuh sepi
dirinya sendiri

merindumu adalah menemu sunyi
seperti detak dalam tubuh sajak
serupa bunyi;
rima yang tak henti-henti
menyeru namanya sendiri

***

Aku Rindu Hujan

Aku rindu hujan
di tiap-tiap tetesan;
pada matamu
langit kesunyian

aku rindu hujan
di tiap-tiap percikan;
pada detakmu
gemuruh keheningan

aku rindu dirimu
di tiap-tiap hujan;
pada namamu
menderas kerinduan

***

Kisahku dan Hujan

Dalam ayunan langkah, yang semakin lambat
Dalam helaan napas, yang semakin dalam
Dalam desir angan, yang kian menjauh
Dalam desah hati, yang kian membiru

Entah harap, entah khayal yang digenggam
Entah duka, entah suka yang dikecap
Hanya tetes hujan yang paham
Hanya tetes hujan yang menjawab

Dalam biru yang kian menyatu
Di derasnya tetes hujan
Tak ada kata yang terucap
Tapi selaksa makna terjawab

Kisahku sama dengan hujan
Datang dan pergi tanpa pamit
menghembuskan asa dan juga nestapa
Hingga hanya dingin yang tersisa

Contoh Puisi Senja

Contoh Puisi Senja
detik.com

Senja Yang Sepi

Di ujung senja
Rintik hujan basahi
Jalan terggenang

Semesta sunyi
Langkah langkah terhenti
Tapak menepi

Jiwaku sunyi
Tanpa kau di sisi
Bagaikan mati
Hidupku tak berarti
Tak bisa ku berdiri

***

Senja Menjelang Malam

Menjelang malam
Kunang-kunang bersinar
Pancaran rindu

Fajar menyingsing
Malampun telah khatam
Rembulan pulang

Senja temaram
Bergegas-lekas pulang
Kumpul bersama

Malam nan indah
Langit berbintang terang
Bulan merajuk

Siang berawan
Berwarna lazuardi
Berarak-arak

***

Aku dan Senja

Puisi Senja Oleh Yunita Malistiani

Aku adalah senja
Bagai memberi bahagia
Selalu memberi cinta
Dan seolah memupuk asa

Pun senja adalah aku
Hadir antara perbedaan
Seolah memberi peringatan
Tiba waktu pergantian

Di penghujung September kering ini
Senja selalu cerah
Senja memberi cinta
Tapi tak bisa memupuk asa

Semburatnya nan jingga
Berkelumat dengan hitam
Membaur dengan gelap
Lenyap bersama kapas

Hadir dengan tangisan langit
Bersua dengan ribut
Bertanya pada senja
Engkau kenapa?

Jingga yang menua
Pada titik temu pergantian
Memberi satu suara
Aku sudah lengah.

***

Rintihan Di Ambang Senja

Masih ingin kulukiskan
Beberapa hal yang bisa terkenang
Kala kesepahaman kugenggam
Seakan kebahagiaan kan selalu bertandang

Kini cahaya tak bisa terlihat lagi
Perjalanan pagi hilang telah selesai
Senja pun pergi; usai
Waktu berganti untuk kembali

Bersama awan putih terbawa angin
Luka lara, merintih ibarat kemarin
Menghunus dada tersiksa lahir batin
Akankah cintanya kembali terjalin

Bila diri ini tak berarti lagi
Biarkan! Dan relakan saya pergi
Kepada Sang Pemilik Hati kukembali
Kepada Sang Illahi Robbi kuberserah diri

***

Demikianlah contoh puisi yang bisa dibagikan pada postingan kali ini, semoga menjadi bacaan menarik inspiratif dan bermanfaat.