Doa Menjenguk Orang Sakit

Doa Menjenguk Orang Sakit – Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, karena hal itu sifatnya manusiawi. Entah berupa sakit ringan, ataupun sakit keras yang mengharuskan rawat inap di rumah sakit. Dalam Islam dianjurkan apabila ada saudara, teman, tetangga, atau orang terdekat yang sedang sakit, maka hendaknya dijenguk. Ketika menjenguk pun ada adab-adab tertentu yang harus dilakukan, misalnya dengan membacakan doa menjenguk orang sakit serta menjalankan sunnah-sunnah lain.

Menjenguk orang yang sedang sakit merupakan perbuatan mulia. Allah SWT menjanjikan keutamaan dan pahala besar bagi hamba-Nya yang mengunjungi saudara sesama ketika sakit. Tak hanya itu, Rasulullah SAW pun bersabda bahwa seseorang yang mengunjungi saudara muslimnya sedang sakit, maka sama seperti memetik buah-buahan dari Surga. Sungguh banyak kemuliaan yang didapatkan seseorang dengan menjenguk saudaranya saat sakit sambil mendoakan kesembuhannya.

Mengapa Harus Menjenguk Orang Sakit

doa menjenguk orang sakit dan alasannya
mediakonsumen.com

Tampak sepele, tetapi berbuah pahala besar. Ya, itulah gambaran amal perbuatan menjenguk orang sakit. Barangkali tidak semua mengetahui bahwa menjenguk orang sakit ternyata diberkahi pahala berlimpah oleh Allah SWT. Apalagi Rasulullah SAW pun telah menganjurkan amalan tersebut dalam sunnahnya. Lalu sebenarnya, mengapa Islam menganjurkan umatnya menjenguk orang sakit?

  1. Menjalankan Sunnah Rasulullah SAW

Ketika Anda mengunjungi saudara muslim yang sedang sakit, terutama sambil membacakan doa menjenguk orang sakit, berarti telah menjalankan salah satu sunnah Rasulullah SAW. Siapa saja yang mengerjakan amalan sunnah dengan ikhlas, semata-mata hanya untuk ridha Allah dan Rasul-Nya, maka surga baginya kelak di Yaumul Akhir.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi, disampaikan bahwa apabila seseorang mengunjungi saudara muslimnya yang tengah sakit, ibaratnya sama seperti ia berjalan sembari memetik buah-buahan dari surga. Ketika ia duduk, rahmat dan keberkahan dilimpahkan kepadanya dengan deras. Itulah salah satu kebaikan menjenguk orang sakit.

  1. Sebagai Bentuk Empati Terhadap Sesama

Empati merupakan perasaan di mana seolah-olah Anda turut merasakan kondisi psikologis dan batin orang lain. Setiap individu hendaknya mempunyai rasa empati kepada individu lain, karena pada dasarnya antar sesama manusia harus terjalin hubungan baik yang saling memahami. Empati dapat ditunjukkan melalui perkataan atau perbuatan.

Salah satu cara menunjukkan empati kepada sesama yang sedang sakit adalah dengan menjenguknya. Pada saat Anda menjenguk orang terdekat yang sakit, secara tak langsung akan turut merasakan penderitaannya. Dengan demikian, Anda bisa memberikan dukungan dan membacakan doa menjenguk orang sakit agar dipercepat kesembuhannya oleh Allah.

  1. Menunjukkan Kepedulian

Seseorang yang sedang sakit akan merasa senang jika ada yang menjenguk. Hal ini dikarenakan kedatangan orang-orang terdekat menyumbang energi positif. Dengan mengunjungi orang yang sakit, berarti Anda menunjukkan kepedulian. Meskipun tanpa membawa buah tangan apapun, kehadiran Anda pun sudah mewakili rasa peduli.

Umat muslim harus saling memiliki kepedulian satu sama lain, karena sejatinya semua muslim adalah saudara. Pada saat Anda menunjukan kepedulian pada saudara muslim lain, itu merupakan wujud kasih sayang. Allah SWT senang kepada hamba-Nya yang saling menyayangi sebagai saudara. Maka Allah pun akan melimpahkan kebaikan pada mereka yang saling menyayangi dan saling peduli.

  1. Menjalin Silaturrahim

Menjalin silaturrahim dan mengeratkan ukhuwah menjadi salah satu kewajiban setiap umat muslim. Ketika seseorang mengunjungi orang lain yang sedang sakit kemudian membacakan doa menjenguk orang sakit, sebenarnya ia mempererat tali silaturahim yang sebelumnya telah terjalin. Jika belum dekat maka bisa semakin dekat, jika sudah dekat maka bisa kian erat.

Menjaga silaturahim agar tetap terjalin adalah keharusan dalam Islam. Caranya bisa dengan saling berinteraksi, saling berkunjung ke rumah masing-masing, atau bisa juga dengan saling membantu dalam keadaan kurang baik. Jadi pada saat Anda mengunjungi seseorang yang sedang sakit, jalinan silaturahim secara otomatis tersambung kembali.

  1. Mengeratkan Rasa Kekeluargaan

Dalam Islam, antar sesama umat muslim merupakan satu saudara. Bahkan ada perumpaan yang menyatakan bahwa sesama muslim ibarat satu tubuh. Pada saat satu anggota tubuh sakit, maka bagian tubuh lainnya akan ikut merasa sakit. Demikian pula dengan umat muslim. Ketika ada satu orang yang sakit, maka saudara muslim lainnya pun turut merasakannya.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berkunjung kepada seseorang yang sedang sakit sembari memanjatkan doa menjenguk orang sakit. Tujuannya antara lain untuk mengeratkan tali kekeluargaan (ukhuwah) Islamiyah. Maka jika diibaratkan anggota tubuh tadi, seolah-olah Anda bisa turut mengobati rasa sakit yang diderita saudara muslim lainnya.

Adab Saat Menjenguk Orang Sakit

doa menjenguk orang sakit dan adabnya
wikipedia.org

Dalam Islam sudah terdapat fikih yang mengatur segala sendi kehidupan manusia. Mulai dari perbuatan terkecil hingga hajat akbar, semua ada adab dan tuntunannya. Termasuk dalam hal menjenguk orang sakit, Rasulullah SAW Sang Uswatun Hasanah telah memberikan teladan bagaimana adab yang harus dilakukan. Berikut ringkasan adab ketika menjenguk orang sakit.

  1. Mendoakan Orang yang Sedang Sakit

Adab pertama yang harus dilakukan pada saat menjenguk orang sakit ialah mendoakannya. Anda bisa membaca tuntunan doa menjenguk orang sakit sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Diharapkan dengan membacakan doa ini, Allah SWT lekas memberikan kesembuhan pada orang yang sedang diuji penyakit.

Dalam hadist sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitabnya di nomor 5301, dikisahkan pada saat Abdul Aziz dan Tsabit berkunjung ke tempat Anas bin Malik, kemudian ada salah seorang shahabat yang sakit. Anas pun membacakan doa yang artinya memohon agar Allah SWT menghilangkan penyakit shahabat tersebut, serta memberikannya kesembuhan.

  1. Memperhatikan Aurat

Aurat perlu dijaga di mana saja dan kapan saja. Ketika menjenguk orang sakit pun, berlaku kewajiban menjaga aurat. Tidak dilarang apabila perempuan menjenguk laki-laki yang tengah sakit, asalkan tetap memperhatikan aurat. Hal ini tidak hanya berlaku bagi yang mengunjungi saja, tetapi juga bagi yang dikunjungi.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud (nomor 2688), disampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah mengunjungi shahabiyah Ummu Al ‘Ala’ yang tengah sakit. Dari sini menunjukkan bahwa tidak masalah menjenguk lawan jenis yang sakit, selama memperhatikan kaidah hukum syara’ dan mencegah terjadinya fitnah.

  1. Menunjukkan Sikap yang Baik

Pada saat menjenguk orang sakit, diharuskan menunjukkan sikap yang santun. Tak hanya dilakukan dengan membacakan doa menjenguk orang sakit saja, tetapi bisa juga dengan perbuatan. Misalnya menanyakan kondisi, memastikan perkembangan kesehatannya, dan lain-lain yang mencerminkan kepedulian Anda.

Sikap yang baik juga bisa ditunjukkan dengan memberikan keinginan orang sakit. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada saat menjenguk seorang lelaki yang sedang sakit. Rasulullah SAW menawarkan pada lelaki tersebut apa yang diinginkan, apakah sebuah kue? Lelaki itu pun mengiyakan, dan kemudian Rasulullah SAW pun mencarikan kue untuk dia.

  1. Memberikan Nasihat dan Semangat

Anda bisa memberikan nasihat-nasihat penyemangat kepada orang yang sedang sakit. Tidak jarang seseorang yang sedang sakit pikirannya kacau dan cenderung dipenuhi negatif thinking. Anda bisa membantu dengan menyemangati berupa kata-kata bijak yang memberikan efek positif secara psikologis.

Membacakan doa menjenguk orang sakit juga bisa membantu meringankan beban pikiran penderita. Yang terpenting, cegahlah agar orang sakit tidak membicarakan tentang kematian. Apalagi jika sakit yang diderita cukup parah, yakinkan bahwa Allah SWT akan memberikan kesembuhan. Jangan sampai orang tersebut mengharap kematian.

Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam hadist riwayat Hakim dan Ahmad. Ketika itu Rasulullah SAW bersabda pada sang paman bahwa janganlah ia mengharap kematian. Karena selama perbuatan baik terus dilakukan, umur manusia akan ditangguhkan. Lebih baik sisa waktu yang ada diisi dengan taubatan nasuhah alih-alih mengharap kematian.

  1. Membawa Buah Tangan

Barangkali Anda beranggapan jika membawa buah tangan adalah bagian dari sopan santun ketika menjenguk orang sakit. Tidak salah memang, tapi sebenarnya lebih dari itu, membawa buah tangan pada orang yang sedang sakit merupakan anjuran. Dengan buah tangan dari Anda, diharapkan orang tersebut akan merasa lebih senang dan tersugesti energi positif.

Dalam hadist nomor 594 yang diriwayatkan Bukhari melalui Al-Adab Al-Mufrod, Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang menganjurkan agar umatnya saling memberi hadiah. Pada saat Anda memberikan hadiah untuk sesama, itu adalah bukti cinta. Selain memberikan doa menjenguk orang sakit, menghadiahkan oleh-oleh ialah amalan terpuji.

  1. Memperhatikan Situasi pada Saat Menjenguk

Boleh saja niat Anda baik ingin menjenguk saudara muslim yang sakit. Namun jangan lupa memilih situasi yang tepat. Orang sakit juga perlu waktu untuk beristirahat dan melakukan hal lain-lain. Maka dari itu, alangkah lebih baik jika Anda meminta izin terlebih dahulu sebelum menjenguk orang sakit.

Contohnya, Anda ingin menjenguk rekan kerja yang sedang opname di rumah sakit. Anda harus memperhatikan jam besuk pasien. Selain itu, hindari berlama-lama saat mengunjungi di rumah sakit, karena ditakutkan bisa membuat pasien merasa lelah. Jangan pula Anda menjenguk saat malam hari karena biasanya pasien sedang beristirahat.

  1. Anjuran Meruqyah Orang yang Sakit

Landasan yang menganjurkan ruqyah pada orang sakit yaitu hadist nomor 5301 dari riwayat Bukhari. Ada pula yang mensyariatkan membaca ayat-ayat ruqyah dan doa sebagai bagian dari ikhtiar mengobati. Acuannya adalah hadist nomor 2200 dari riwayat Muslim. Dalam hal ini, doa menjenguk orang sakit yang dibaca harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Namun terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat ruqyah orang sakit. Pertama, membaca ayat dari Al-Qur’an dan doa-doa sahih. Kedua, membacanya dalam bahasa Arab serta dengan bacaan yang mudah dipahami. Ketiga, ruqyah dilakukan semata-mata untuk memohon pertolongan pada Allah semata, tidak melakukannya untuk syirik.

Adab Bagi Orang yang Sakit

doa menjenguk orang sakit dan tata caranya
youtube.com

 

Tidak hanya berlaku adab bagi orang yang menjenguk saja, tetapi bagi orang yang sakit pun ada tuntunannya. Adab ini dianjurkan untuk dilakukan agar sakit yang diderita bisa menjadi penggugur dosa atas izin Allah SWT. Adab ini pun semata-mata guna menunjukkan keridhaan meskipun diberikan ujian berupa rasa sakit oleh Allah SWT. Berikut beberapa adab bagi orang yang sedang sakit.

  1. Memperbanyak Dzikir dan Berdoa

Jika saudara yang berkunjung membacakan doa menjenguk orang sakit, maka yang sedang sakit pun hendaknya turut berdoa. Pada dasarnya sakit merupakan salah satu ujian dari Allah SWT. Apabila hamba yang diberi sakit mempunyai kesabaran hingga tiba saatnya diizinkan sembuh, maka Allah pun akan menghadiahkan pahala berlipat padanya.

Oleh karena itu, ketika sedang sakit dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa. Kalau umumnya orang sakit lebih banyak mengeluh, kali ini gantilah keluhan itu dengan bacaan dzikir. Lebih sering mengingat Allah SWT akan lebih mendatangkan keberkahan. Pada saat sakit sebaiknya dijadikan waktu untuk kian mendekatkan diri pada Allah SWT.

  1. Mengupayakan Kesembuhan

Ada ungkapan terkemuka yang berbunyi “tidaklah Allah mengubah kondisi hamba, kecuali ia sendiri yang berupaya mengubahnya. Prinsip ini berlaku pula pada orang sakit. Seorang hamba yang merasakan dirinya sedang sakit, wajib berikhtiar mendapatkan kesembuhan. Meskipun secara hakikat Allahlah yang memberikan kesembuhan, tapi manusia wajib usaha.

Mendapatkan doa menjenguk orang sakit memang menjadi salah satu sumbangan besar mempercepat kesembuhan. Namun yang lebih utama dari itu, perlu ada ikhtiar nyata dalam rangka menyembuhkan penyakit. Ikhtiar ini bisa berupa pergi ke dokter, meminum obat, beristirahat teratur, dan lain-lain sesuai penyakit yang diderita.

  1. Tidak Berbuat Syirik

Syirik merupakan salah satu dosa tak terampuni karena telah menyekutukan Allah SWT. Terkadang ada orang-orang yang sakit keras hingga putus asa demi memperoleh kesembuhan. Alhasil ia mencoba cara-cara haram seperti menggunakan jimat penyembuh, mendatangi dukun, dan sebagainya. Inilah yang dilarang keras dalam Islam.

Sakit dan sehat semua itu adalah karunia Allah SWT. Sang Maha Rahim tidak akan menurunkan penyakit kepada hamba-Nya melainkan disertai obat. Jadi yakinlah bahwa Allah SWT satu-satunya tempat untuk memohon kesembuhan. Menyekutukan dengan hal lain hanya akan mendatangkan jin dan dosa besar yang merugikan diri sendiri di dunia sampai akhirat.

  1. Ridha dan Ikhlas atas Sakit yang Diterima

Dalam arti salah satu bacaan doa menjenguk orang sakit disampaikan bahwa insya Allah sakit yang dialami merupakan pembersih dosa. Hanya saja orang yang diberi sakit harus ikhlas dan ridha. Kalau setiap hari mengeluh terhadap penyakitnya, maka sama saja tidak ridha Allah beri penyakit. Keberkahannya pun akan terkikis hingga perlahan habis akibat keluhan.

Penting berprasangka baik terhadap Allah SWT. Hamba yang ikhlas dan ridha akan merasa bahwa penyakit tersebut datangnya dari Allah SWT sebagai salah satu ujian. Barang siapa yang dapat melalui dengan kesabaran, pahala berlipat akan Allah hadiahkan kepadanya. Maka sikap paling tepat saat diberi ujian berupa penyakit yaitu ikhlas sembari terus berikhtiar.

  1. Menyegerakan Bertaubat

Ada yang berpendapat bahwa penyakit mempunyai dua makna, pertama sebagai ujian dan kedua sebagai peringatan. Penyakit sebagai ujian diberikan kepada hamba yang baik agar semakin tinggi derajatnya di sisi Allah SWT. Adapun penyakit sebagai peringatan merupakan teguran agar seorang hamba lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Itulah sebabnya, dalam salah satu bacaan doa menjenguk orang sakit ada arti memohonkan ampunan yang sedang sakit. Pada saat mengalami sakit, hendaknya seorang hamba menyegerakan bertaubat. Tentunya dengan taubatan nasuhah yang sungguh-sungguh, bukan taubat hanya saat sakit kemudian kembali maksiat saat sembuh.

Doa Saat Menjenguk Orang Sakit dan Tata Caranya

doa menjenguk orang sakit bahasa arab
kmnu.or.id

Ada beberapa versi doa yang biasanya dibacakan ketika sedang menjenguk orang sakit. Setiap doa dibacakan berdasarkan tata cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mulai dari kedatangan hingga ketika berinteraksi dengan orang yang sakit, ada doanya masing-masing. Berikut doa yang dibaca saat menjenguk orang sakit beserta tata cara melakukannya.

  1. Dibaca Saat Baru Masuk

Ketika Anda baru masuk hendak menemui orang yang sakit, ada doa tertentu yang harus dibaca. Doa menjenguk orang sakit ini dapat dilafalkan segera ketika menginjakkan kaki di kediaman atau saat sudah bertemu. Anda bisa membacanya secara lisan atau membacanya dalam hati. Berikut bacaannya dalam aksara latin beserta artinya.

ﻻَ ﺑَﺄْﺱَ ﻃَﻬُﻮْﺭٌ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ

Laa ba’sa thohuurun insyaa Allaah

Adapun artinya sebagai berikut.

Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, Insya Allah.

  1. Dibaca Sembari Memegang Tangan

Apabila sudah masuk, tentu selanjutnya Anda langsung menemui orang yang akan dijenguk. Rasulullah SAW mencontohkan agar memegang tangan seseorang yang sedang sakit itu, sambil membacakan doa singkat. Makna doa ini adalah untuk memohon kesembuhan bagi yang sedang sakit. Berikut lafal beserta artinya.

اَللّٰهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَشِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman

Artinya:

Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

Sumber hukum doa menjenguk orang sakit ini adalah berdasarkan hadist nomor 5742 dalam kitab Bukhari dan hadist nomor 2191 yang diriwayatkan oleh Muslim. Selain itu, ada pula bacaan doa lain yang ditukil dari kitab karya Imam An-Nawawi yang diterbitkan Darul Mallah pada 1391 H. Dalam kitab ini pun terdapat beberapa doa yang dapat dibaca saat menjenguk orang sakit. Berikut di antaranya.

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullaahal azhiima rabbal ‘arsyil ‘azhiimi an yassfiyaka

Yang mempunyai arti:

Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.

Ada pula versi bacaan lain yang ditukil dari kitab sama berikut ini. Kata ‘Sa’dan’ bisa diganti dengan nama orang yang sedang sakit. Dalam doa berikut lafalnya berbunyi Sa’dan karena inilah bacaan yang dilantunkan Rasulullah SAW pada saat menjenguk salah seorang shahabat bernama Sa’ad. Oleh karena itu, jika dipakai pada doa lain nama ini harus diganti.

اللهم اشف سعدا اللهم اشف سعدا اللهم اشف سعدا

Allahummasyfi Sa‘dan. Allahummasyfi Sa‘dan. Allahummasyfi Sa‘dan

Artinya:

Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad.

  1. Dibaca Saat Meruqyah

Sebagaimana dijelaskan pada adab menjenguk orang sakit, selain membacakan doa menjenguk orang sakit dianjurkan pula untuk melakukan ruqyah sebagai salah satu ikhtiar mempercepat kesembuhan. Ruqyah tidak selalu berhubungan makhluk halus, melainkan upaya untuk membersihkan diri dari gangguan jin serta agar lebih dekat kepada Allah SWT.

“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu, dari segala yang menyakitimu, dari kejahatan setiap manusia dan mata orang yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu.”

Apabila ada bagian tubuh yang terasa sakit, dianjurkan menyentuhkan tangan pada bagian tubuh tersebut. Kemudian dianjurkan membaca doa-doa berikut ini yang diharapkan bisa membantu menghilangkan rasa sakit, meskipun semua terjadi tentu saja atas seizin Allah SWT. Berikut bacaannya beserta artinya.

Bismillahirrohmanirrohim 3 x

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

Dilanjutkan dengan membaca:

بِسْمِ اللَّهِ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

A’udzu bi ‘izzatillah wa qudrotihi min syarri ma ajidu wa uhadziru 7 X

Yang mempunyai arti:

Aku berlindung dengan keperkasaan dan kekuasaan Allah dari keburukan yang aku dapati dan aku waspadai.

  1. Bacaan Doa Berdasarkan Hadist Lain

Bacaan doa menjenguk orang sakit ada pula yang ditukil dari kitab Imam An-Nawawi. Doa ini juga mempunyai sumber hukum yang dibenarkan, sehingga kesahihannya dibenarkan. Dalam sebuah riwayat lain dikisahkan Rasulullah SAW pernah membacakan doa-doa berikut ketika mengunjungi shahabat dan umat yang sedang sakit. Berikut bacaan beserta artinya.

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban naasi. Bi yadikas syifaa’u. Laa kaasyifa lahuu illaa anta

Artinya:

Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau.

Ada pula yang meriwayatkan bacaan ini:

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Laa ba’sa thahuurun insyaa’allaahu

Yang artinya:

(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,

Bacaan doa menjenguk orang sakit lain masih dalam kitab yang sama karya Imam An-Nawawi. Doa ini dibacakan pada saat Rasulullah SAW ketika beliau berkunjung menjenguk shahabat bernama Salman Al-Farisi yang tengah sakit (berdasarkan riwayat Ibnu Sunni). Adapun bacaannya sebagai berikut beserta artinya.

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Syafaakallaahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii diinika wa jismika ilaa muddati ajalika

Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.

Hikmah Doa Menjenguk Orang Sakit

doa menjenguk orang sakit dan hikmahnya
pinterest.dk

Pada setiap doa terkandung hikmah yang membawa kebaikan. Bagi siapa saja yang mengamalkannya, maka akan berbuah pahala di sisi Allah SWT. Anda mengunjungi saudara muslim yang sedang sakit dengan niat tulus karena Allah SWT telah dicatat sebagai pahala. Apalagi jika ditambah dengan mengamalkan doa menjenguk, tentu akan semakin berlipat ganda pahalanya. Berikut hikmah yang terkandung dalam amalan doa menjenguk orang sedang sakit.

  1. Mendapatkan Rahmat dari Allah SWT

Apabila Anda mengamalkan doa menjenguk orang sakit ketika berkunjung, sejatinya Anda diibaratkan sedang berjalan-jalan sembari memetik buah surga. Rasulullah SAW sendiri yang bersabda demikian berdasarkan hadist riwayat Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Siapa yang tidak ingin berjalan-jalan dan memetik buah surga? Tentu itu impian setiap muslim.

  1. Didoakan oleh Malaikat

Masih dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang menjenguk saudaranya yang sedang sakit di waktu pagi hari, baginya para malaikat sebanyak tujuh puluh ribu akan mendoakan agar ia dirahmati hingga sore hari tiba. Bayangkan berapa kebaikan yang akan didapatkan orang tersebut.

Tak hanya itu, ketika seseorang menjenguk saudaranya yang tengah sakit pada saat sore hari, tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakan agar ia diberi rahmat oleh Allah SWT hingga pagi hari tiba. Itulah keutamaan yang didapatkan dengan mengunjungi dan mendoakan orang sedang sakit. Tak hanya bermanfaat bagi yang sakit saja, tetapi bagi yang mendoakan juga.

  1. Mengeratkan Rasa Kasih Sayang Antar Sesama

Apabila Anda berkunjung dan membacakan doa menjenguk orang sakit, itu merupakan bukti kasih sayang kepada sesama. Allah Sang Maha Penyayang amat mencintai hamba-Nya yang saling mengasihi dalam kebaikan. Selain itu, mengamalkan doa saat menjenguk orang sakit juga dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu atas izin Allah SWT.

***

Itulah ulasan tentang doa menjenguk orang sakit beserta adab dan sunnah yang hendaknya dijalankan oleh setiap muslim. Selain karena mengharapkan ridha Allah SWT, menjenguk orang yang sedang sakit sejatinya menunjukkan rasa empati dan peduli antar sesama manusia. Maka dari itu, jika memang tak ada udzur syar’i, lebih baik menyegerakan menjenguk orang sakit, khususnya pada orang-orang terdekat. Kebaikan yang didapatkan tidak hanya diberikan saat di dunia saja, tetapi juga di akhirat.