Doa Sebelum Makan

Doa Sebelum Makan – Makan merupakan kegiatan yang pasti dan dibutuhkan oleh setiap manusia untuk bisa bertahan hidup. Kegiatan makan dilakukan setiap hari sebagai sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa beraktivitas dengan baik. Selain memperhatikan kandungan gizi dalam makanan, seorang muslim juga harus memperhatikan adab saat makan, salah satunya membaca doa sebelum makan dan sesudahnya.

Membaca doa sebelum makan adalah satu dari adab-adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam hidup. Adab ini dianjurkan untuk diamalkan agar hidup kita senantiasa tertata dan disiplin. Selain itu, membaca doa sebelum dan sesudah makan juga memberikan banyak keutamaan, baik dari segi agama maupun kesehatan.

Dalil Membaca Doa Sebelum Makan

Setiap adab yang baik yang kita lakukan sehari-hari semuanya berdasar pada kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di masa lalu. Begitu pula membaca doa sebelum makan ini. Namun, yang harus Anda ketahui adalah bahwa tidak ada dalil, baik hadist shahih maupun ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang bacaan doa makan seperti yang kita kenal saat ini.

Beberapa hadist yang riwayatnya shahih, menjelaskan bahwa sebelum makan, Nabi Muhammad SAW hanya mengajarkan untuk membaca bismillah bukan bismillahirrahmanirrahim ataupun doa sebelum makan seperti yang dikenal di lingkungan umat muslim. Hal tersebut sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari sahabat ‘Amr bin Abi Salamah ra.

Dalam hadist tersebut, sahabat Rasul ini bercerita bahwa dahulu ketika kecil ‘Amr bin Abi Salamah ra pernah berada di rumah Rasulullah SAW. Ketika itu, sahabat Nabi akan mengambil makanan yang ada piring. Kemudian Rasulullah SAW bersabda bahwa jika hendak makan ucapkan bismillah. Selain itu dalam hadist tersebut juga diperintahkan untuk makan dengan menggunakan tangan kanan dan mengambil makanan yang paling dekat.

Berdasarkan hadist tersebut, tidak dijelaskan tentang kewajiban atau sunah untuk membaca doa sebelum makan. Rasulullah hanya mencontohkan untuk membaca bismillah, makan menggunakan tangan kanan dan mengambil makanan yang paling dekat dengan kita.

Lafadz Doa Sebelum Makan

lafadz doa sebelum makan
doa sebelum makan | indonesianhalal.co

Sedari kecil, kita sudah diajarkan untuk membaca doa sebelum melakukan segala hal, termasuk salah satunya sebelum makan. Meskipun dalam penjelasan dalil di atas tidak diriwayatkan membaca doa sebelum makan khusus, hanya dicontohkan untuk membaca bismillah, namun lingkungan kita sudah terbiasa mengajarkan doa sebelum makan ini. Berikut lafadz doanya.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaa bannaar.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak ada dalil shahih yang menganjurkan untuk membaca doa sebelum makan dengan doa seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Meskipun begitu, Rasulullah SAW tetap mencontohkan adab baik sebelum makan, yaitu hanya dengan membaca:

  Doa Menjenguk Orang Sakit

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ,

Bismillahirrahmannirrahiim

Bacaan ini memang lebih sederhana dibandingkan dengan bacaan sebelumnya. Karena itu, karena begitu sederhananya untuk mengucapkan bismillah sebelum makan, jangan sampai kita lupa menjalankan tauladan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ini. Namun, sebagai makhluk yang tidak luput dari khilaf, terkadang kita juga pernah mengalami lupa membaca bismillah sebelum makan.

Jika demikian, maka bisa diganti dengan membaca doa berikut. Hal ini Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam berbagai riwayat hadist.

بِسْمِ اللَّهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.

Keutamaan Membaca Doa Sebelum Makan

Layaknya membaca doa-doa lainnya, membaca doa sebelum makan juga memberikan banyak manfaat dan keutamaan. Makan adalah sebuah nikmat yang Allah berikan kepada manusia. Karena itu, membaca doa menjadi bentuk rasa syukur kita atas nikmat tersebut.

Ada keutamaan yang tersimpan dibalik amalan dan anjuran yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk membaca doa sebelum makan. Berikut adalah berbagai manfaatnya.

  1. Menghalangi Agar Setan Tidak Ikut Makan

Tahukah Anda bahwa saat akan makan sebenarnya setan sudah mengincar makanan tersebut? Saat manusia akan makan, akan ada setan yang mengincar makanan tersebut agar manusia tidak makan dan agar setan juga bisa menyantap makanan tersebut. Hal itu terjadi jika kita tidak membaca doa sebelum makan terlebih dahulu.

Keutamaan ini sebagaimana juga yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, Rasulullah SAW bersabda bahwa sesungguhnya saat makan, setan akan ikut serta apabila kita tidak mengawalinya dengan membaca bismillah.

Ada pula riwayat lain yang menceritakan sebab musabab dari amalan ini. Riwayat tersebut diceritakan oleh Hudzaifah ra, dimana saat itu ketika sedang makan satu nampan bersama Rasulullah, maka tidak akan ada yang mengambil makanan sebelum Rasulullah.

Suatu ketika saat sedang makan, tiba-tiba seorang anak kecil datang menyeruduk dan mengambil makanan. Rasulullah pun memegang tangan anak tersebut. Kemudian datang lagi, kali ini seorang badui yang sama, tiba-tiba datang dan menyeruduk makanan tersebut. Rasulullah melakukan hal yang sama.

Rasulullah kemudian berkata, bahwa setan akan ikut menyantap makanan apabila tidak diawali dengan bismillah. Rasulullah melanjutkan bahwa setan memanfaatkan anak dan orang badui tersebut untuk ikut serta menyantap makanan. Itulah bagaimana awal mula hadist yang memerintahkan setiap umat muslim untuk membaca doa sebelum makan, dimana dalam hadist ini adalah membaca bismillah.

  1. Mengamalkan Perintah Rasulullah SAW

Setiap umat muslim yang ingin mendapatkan ridho dunia dan akhirat pasti akan mematuhi dan mengamalkan segala sesuatu yang dicontohkan oleh Kekasih Allah, Muhammad SAW. Salah satu yang menjadi amalan perintah Rasul Allah tersebut adalah dengan membaca doa sebelum makan, dalam hal ini membaca bismillah.

  1. Membawa Berkah Atas Makanan yang Kita Makan

Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan kepada kita untuk selalu mencari keberkahan dalam segala hal yang kita lakukan, termasuk saat makan. Rejeki berupa makanan yang kita makan akan memberikan kecukupan dan kepuasan kepada orangnya, apabila makanan tersebut bernilai berkah.

Makanan yang kita makan adalah berkah yang Allah berikan. Agar makanan tersebut semakin berkah, membaca doa sebelum makan, sebagai wujud rasa syukur atas berkah tersebut tentu akan semakin menambah berkas atas makanan yang kita makan. Semakin kita bersyukur, maka Allah juga akan semakin melimpahkan berkah-Nya kepada kita.

  1. Membuat Cepat Kenyang
  Doa Menjenguk Orang Sakit

Dalam agama Islam, diajarkan bahwa segala sesuatu yang berlebih-lebihan itu tidak baik. Ketika kita makan dengan didahului membaca bismillah, maka insha Allah, setiap makanan yang kita makan akan terasa semakin nikmat. Selain itu juga akan membuat kita cepat merasa kenyang sehingga kita tidak akan menambah makanan yang membuat justru berlebih-lebihan. Sebagaimana juga yang sudah diriwayatkan dalam salah satu hadist Rasulullah.

  1. Tidak Membaca Doa Sebelum Makan Membuat Makanan Dinilai Halal oleh Setan

Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam hadist yang disebutkan di atas, ketika makan sebenarnya setan sudah bersiap untuk menyantap makanan tersebut bersama kita.

Apabila kita tidak mendahului makan dengan membaca doa sebelum makan atau membaca bismillah, maka setan akan menilai halal makanan tersebut. Kita pasti tidak mau bukan, jika makanan yang kita makan ternyata juga disantap bersama setan? Maka bacalah doa atau bismillah sebelum makan.

  1. Memohon untuk Dipelihara dari Adzab Allah

Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan dan mengajarkan setiap umat muslim untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari adzab-Nya. Salah satunya adalah saat makan. Perkara makan merupakan salah satu perkara yang paling sering mengundang adzab dari Allah.

Hanya karena perkara makan, manusia bahkan sering menghalalkan segala cara. Cara mendapatkan makanan yang melanggar larangan-larangan Allah, tidak hanya menjadikan makanan tersebut menjadi tidak berkah, bahkan juga bisa mengundang murka Allah. Contohnya adalah memakan makanan yang diharamkan.

Haram yang dimaksud disini, tidak hanya makanan yang sudah tergolong haram karena tidak memberikan manfaat, namun juga makanan yang cara memperolehnya juga tidak dengan cara halal. Karena itu dengan membaca bismillah sebelum makan akan menghindarkan kita dari Adzab Allah dari soal makanan.

  1. Dapat Mempengaruhi Perilaku Seseorang Menjadi Lebih Baik

Membaca doa sebelum makan, dalam hal ini adalah membaca bismillah, tidak hanya dianjurkan dalam agama saja. Keutamaan membaca doa atau bismillah sebelum makan juga ternyata terbukti secara ilmiah. Ada seorang peneliti asal Jepang yang bahkan sudah membukukan hasil penelitiannya tentang ini.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, makanan maupun minuman yang sebelumnya dibacakan doa akan mengalami perubahan molekul menjadi lebih baik. Susunan molekul ini menurutnya juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dari penelitian tersebut juga membuktikan bahwa makanan dan minuman yang sudah dibacakan doa sebelumnya dapat mempengaruhi seseorang yang memakannya dan membuatnya menjadi lebih baik.

  Doa Sebelum Belajar

Adab Sebelum Makan

doa sebelum makan dan adabnya
inilah.com

Sebagai makhluk Allah yang diciptakan paling baik diantara makhluk lainnya, sudah sepatutnya jika manusia memiliki akhlak dan budi pekerti yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Karena itulah fungsi adanya adab dalam hidup kita. Adab berperan untuk mengatur cara hidup kita sebagai makhluk yang memiliki akhlak dan budi pekerti.

Rasulullah SAW adalah sosok teladan bagi semua umat muslim. Karena itu, setiap perbuatan yang dicontohkan oleh Rasulullah pun menjadi perbuatan dan kebiasaan baik yang harus dicontoh, dalam segala hal. Salah satunya seperti saat akan makan. Ada beberapa adab yang harus dilakukan oleh setiap muslim saat akan makan, membaca doa sebelum makan termasuk satu diantaranya.

  1. Hanya Makan Makanan yang Halal

Bagi seorang muslim, adab utama saat makan adalah memastikan makanan yang dimakan adalah makanan yang halal. Hal tersebut juga berlaku bagi minuman. Halal dari segi bahannya, cara membuatnya dan cara mendapatkannya.

Hal tersebut sebagaimana yang sudah Allah perintahkan dalam QS. Al-Baqarah: 168. Ayat ini berisi perintah dari Allah untuk memakan makanan yang halal dan baik serta larangan untuk mengikuti langkah syaitan karena sesungguhnya syaitan adalah musuh nyata bagi manusia.

  1. Mencuci Tangan Sebelum Makan

Adab ini memang hanya sebuah hal sederhana, namun harus selalu diterapkan. Terdapat banyak kuman dan bakteri penyebab penyakit yang menempel di tangan kita. Ketika makan tanpa cuci tangan, maka kuman penyebab penyakit tersebut otomatis akan ikut tertelan.

Selain alasan dari segi kesehatan tersebut, adab ini juga sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW sejak dulu. Sebagaimana yang tertulis dalam salah satu hadist. Hadist tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah selalu bersuci sebelum tidur dan mencuci tangan sebelum makan.

  1. Membaca Doa Sebelum Makan

Adab selanjutnya adalah membaca doa sebelum makan. Dalam hal ini, Rasulullah mengamalkan untuk membaca bismillah setiap sebelum makan. Tujuannya selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, juga untuk menghindari setan.

Hal ini sesuai berdasarkan salah satu hadist Rasulullah yang memerintahkan umat muslim untuk berdoa sebelum makan yaitu dengan membaca bismillah, mengambil makanan yang paling dekat dengan kita dan menggunakan tangan kanan. Dengan membaca doa ini pun kita akan mendapatkan banyak keutamaan seperti yang Allah janjikan.

  1. Makan Dengan Menggunakan Tangan Kanan

Makan menggunakan tangan kanan memiliki derajat hukum yang sama dengan membaca doa sebelum makan. Keduanya adalah amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Karena itu banyak ulama yang berpendapat bahwa kedua amalan ini bukan hanya bersifat sunah namun wajib. Dalam hadist lain juga disebutkan tentang perintah makan menggunakan tangan kanan, karena makan dengan tangan kiri adalah tindakan setan.

  1. Makanlah Sambil Duduk

Adab makan selanjutnya adalah makan dengan duduk. Tidak hanya makan, adab ini juga berlaku untuk minum. Hal ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi. Dalam hadist tersebut Rasulullah SAW melarang umatnya untuk makan dan minum sambil berdiri.

  1. Ambil Makanan yang Paling Dekat dengan Kita
  Doa Menjenguk Orang Sakit

Adab ini bisa kita terapkan saat sedang makan bersama banyak orang dengan hidangan yang banyak. Utamakan mengambil makanan yang posisinya paling dekat dengan kita. Hal tersebut juga sudah tercantum jelas di hadist rasul. Adab ini juga dijelaskan dalam salah satu hadist yang di dalamnya juga menjelaskan tentang amalan membaca doa sebelum makan.

  1. Jangan Menggunakan Peralatan Makan dari Emas dan Perak

Adab makan selanjutnya adalah melihat dari peralatan makan yang digunakan. Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda bahwa seseorang yang minum dari wadah perak, sesungguhnya tengah mengobarkan api neraka di dalam perutnya. Makan dengan menggunakan peralatan dari emas atau perak ini nantinya juga bisa memicu kesombongan. Karena itu, jika makanan disajikan dalam wadah emas atau perak, maka makanan tersebut menjadi haram.

  1. Menyegerakan Makan Begitu Dihidangkan

Adab berikutnya saat makan adalah menyegerakan makan saat makanan sudah dihidangkan. Dalam salah satu hadist bahkan memerintahkan untuk mendahulukan bahkan meskipun sudah terdengar seruan adzan. Begitu selesai baru bisa melanjutkan dengan mengerjakan sholat.

Ini adalah adab yang sering menjadi keraguan bagi kebanyakan kaum muslim. Saat hendak makan, namun makanan sudah terlanjur dihidangkan. Hal tersebut kemudian menjadi perbedaan pendapat. Sekarang Anda sudah paham bukan? Bahwa menyegerakan makan merupakan salah satu adab dianjurkan untuk diamalkan, bahkan jika sudah terdengar adzan sekalipun.

  1. Tidak Mencela Makanan

Makanan adalah rejeki yang Allah berikan kepada kita. Maka sudah seharusnya kita bersyukur akan nikmat dan rejeki tersebut. Bahkan meskipun kita tidak menyukai makanan yang dihidangkan, kita tidak diperbolehkan untuk mencela makanan. Mencela makanan sama saja dengan tidak bersyukur atas nikmat dan rejeki yang Allah berikan.

  1. Tidak Mubadzir dan Tidak Berlebih-lebihan saat Makan

Agama Islam tidak menyukai segala hal berlebihan dan mubadzir. Apalagi untuk perkara makanan. Karena itu, dalam hal makan umat muslim sangat dianjurkan untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan agar tidak mubadzir. Allah sangat melaknat umat-Nya yang suka berlebihan.

Perkara makanan, ketika mengambil secara berlebihan, saat merasa terlalu kenyang, maka akhirnya makanan yang sudah diambil akan berakhir mubadzir. Tindakan ini juga sangat tidak disukai oleh Allah. Karena itu ambil makanan secukupnya saja dan jangan berlebih-lebihan agar nantinya tidak mubadzir.

  1. Mengambil Makanan yang Tidak Sengaja Terjatuh

Meneruskan poin sebelumnya agar tidak mubadzir, adab berikutnya menyebutkan agar kita mengambil makanan yang tidak sengaja terjatuh. Agama Islam selalu mengajarkan untuk menghargai makanan, maka dari itu, ketika ada makanan yang jatuh, bahkan jika hanya sebutir nasi, harus diambil kembali.

  1. Membaca Do’a Sesudah Makan

Selain membaca doa sebelum makan, adab yang juga diterapkan saat makan adalah membaca doa setelah makan. Hal ini menjadi adab secara umum yang diajarkan oleh Rasulullah saat kita melakukan berbagai hal. Berdoa setelah makan juga merupakan wujud rasa Syukur kita atas rejeki dan nikmat yang Allah berikan berupa makanan.

  Doa Bercermin

Jenis Makanan yang Termasuk Haram

doa sebelum makan yang haram
pixabay.com

Penjelasan sebelumnya menerangkan bahwa salah satu adab makan selain membaca doa sebelum makan adalah makan makanan yang halal. Lalu apa sebenarnya makanan halal itu? Makanan apa saja yang termasuk dalam kategori makanan halal?

Makanan halal kalau didefinisikan secara istilah adalah makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia, diperbolehkan dalam syariat agama Islam, dan bukan termasuk makanan haram sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah sudah memberi petunjuk di dalam Al-Qur’an tentang syarat-syarat makanan halal dan apa saja yang termasuk makanan halal.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang Allah ciptakan di bumi ini sifatnya boleh dimakan oleh manusia. Kecuali, kemudian ada dalil yang menjelaskan bahwa makanan tersebut haram. Karena itu, definisi dan jangkauan halal dalam hal ini sangat luas.

Karena makanan yang halal jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan makanan yang haram, dan pertimbangan untuk selalu memilih makanan yang halal, membuat kita setidaknya harus tahu apa saja makanan yang halal dan haram. Kalau mengingat dan mencari tahu apa saja makanan yang halal terlalu sulit, maka kita bisa memulai dengan mengetahui apa saja makanan yang diharamkan untuk dikonsumsi oleh umat muslim.

  1. Binatang yang Disembelih Tanpa Menyebut Nama Allah

Saat akan memakan makanan yang berasal dari hewan, tentu harus menyembelih hewan tersebut terlebih dahulu. Sekalipun hewan tersebut termasuk hewan yang halal, seperti kambing atau ayam, namun jika disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, maka daging binatang tersebut menjadi haram.

Konteks ini juga berlaku pada hewan yang disembelih oleh orang non Islam, karena pasti tidak akan menyebut nama Allah. Bisa juga binatang yang disembelih untuk digunakan sebagai perbuatan syirik menyembah selain Allah.

  1. Darah

Makanan yang dikategorikan haram pertama adalah darah. Darah adalah jenis makanan yang tergolong najis dan diharamkan untuk dikonsumsi. Meskipun begitu, ada pengecualian bagi darah, yaitu darah yang menempel pada daging atau kulit hewan yang disembelih dengan nama Allah.

  1. Bangkai

Jenis makanan haram yang kedua adalah bangkai. Yang dimaksud bangkai disini adalah hewan yang sudah mati, bukan karena disembelih dengan menyebut nama Allah. Segala jenis bangkai yang mati bukan karena disembelih dengan nama Allah, maka termasuk makanan yang haram, kecuali bangkai ikan.

  1. Daging Babi

Dalam ajaran Islam, daging babi adalah salah satu jenis makanan yang sudah jelas diharamkan. Jika dilihat secara ilmiah, alasan mengapa daging babi haram adalah karena binatang ini hidup di lingkungan yang kotor serta terdapat kandungan yang dapat menyebabkan penyakit jika dikonsumsi. Karena itulah daging babi diharamkan karena dapat menyebabkan bahaya bagi manusia.

Makanan yang Dikategorikan Halal

makanan halal dan doa sebelum makan
bincangsyariah.com

Setelah mengetahui apa saja makanan yang diharamkan untuk dimakan umat muslim, selanjutnya Anda juga harus tahu apa saja makanan yang dikategorikan sebagai makanan halal. Karena kita tidak mungkin mengingat satu per satu jenis makanannya, maka kita bisa mengingatnya berdasarkan kategori berikut.

  1. Halal Cara Memperolehnya
  Doa Bercermin

Makanan dikategorikan halal jika cara memperolehnya juga halal. Karena pada dasarnya setiap makanan yang zatnya halal adalah makanan yang halal untuk dimakan, kecuali jika cara memperolehnya tidak halal.

Maksud dari makanan yang diperoleh dengan cara tidak halal misalnya makanan yang diperoleh dari mencuri, hasil riba, zina dan lain sebagainya. Maka kemudian makanan tersebut tidak lagi dikategorikan makanan halal.

  1. Makanan yang Zatnya Halal

Faktor penentuan kehalalan makanan selanjutnya adalah kandungan zatnya. Maksudnya, kandungan di dalam makanan tersebut, tidak terdapat kandungan yang berasal dari tumbuhan ataupun binatang yang diharamkan. Apabila di dalam makanan tersebut terdapat kandungan zat yang diharamkan, maka makanan tersebut kemudian menjadi haram.

Contohnya, kue adalah makanan yang sebenarnya halal, terbuat dari campuran tepung terigu, telur dan lain sebagainya. Lalu, ada jenis kue yang dalam pembuatannya ditambahkan cairan yang mengandung alkohol, maka kue tersebut menjadi haram untuk dikonsumsi umat muslim.

  1. Cara Memprosesnya Halal

Kategori makanan halal selanjutnya dilihat dari faktor cara pengolahannya. Meskipun makanan tersebut berasal dari bahan baku yang halal, diperoleh dengan cara yang halal, namun jika cara pengolahan atau pemrosesan untuk menjadi makanan yang siap dimakan terdapat hal-hal yang diharamkan, maka makanan tersebut pun menjadi haram.

Contohnya, mengolah atau memasak makanan dari bahan dasar yang halal, kemudian diperoleh dengan cara halal, namun ternyata peralatan yang digunakan untuk mengolah bekas atau pernah dipakai untuk mengolah makanan atau bahan-bahan yang sifatnya haram. Maka kemudian makanan yang diolah tersebut pun dinilai haram dan tidak boleh dikonsumsi oleh umat muslim.

  1. Cara Penyajian yang Halal

Kategori terakhir makanan bisa disebut halal adalah apabila cara penyajian makanan tersebut. Jika syarat-syarat atau kategori di atas terpenuhi, namun saat proses penyajian digunakan atau dilakukan dengan cara yang diharamkan, maka makanan tersebut juga haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Misalnya penyajian dengan piring yang terbuat dari emas. Makan dengan peralatan makan yang terbuat dari emas bukanlah adab yang disarankan untuk diamalkan oleh Rasulullah. Maka dari itu, agar makanan yang sudah halal zatnya, diperoleh dengan cara halal dan diolah dengan cara halal, jangan disajikan dengan peralatan makan yang terbuat dari emas. Dengan begitu makanan tersebut tidak akan dihukumi haram.

***

Nah, itulah tadi penjelasan tentang berbagai adab sebelum makan, termasuk membaca doa sebelum makan dan keutamaannya. Dari penjelasan di atas kini kita tahu adab apa saja yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebelum makan. Dari penjelasan di atas juga kita bisa tahu, kategori makanan apa yang termasuk haram dan halal untuk dimakan umat muslim.