Pengertian Manajemen Produksi: Ruang Lingkup, Fungsi Dan Aspeknya

Pengertian Manajemen Produksi, Ruang Lingkup, Fungsi Dan Aspek Manajemen Produksi. Manajemen adalah seorang yang bertugas untuk mengatur dan dapat mengarahkan orang lain agar dapat mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Semua proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengontrolan, dan pengkoordinasian dilakukan untuk dapat mencapai sasaran secara efisien dan efektif.

Manajemen memiliki manfaat untuk membantu manajer dan para anggota untuk merancang strategi untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang sesuai dengan proses yang telah direncanakan. Manajemen juga memudahkan untuk menyajikan kerangka kerja dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang sesuai dengan target.

Manajemen dalam pengaplikasiannya terdiri dari beberapa bidang terpisah seperti:

  • Manajemen sumber daya manusia
  • Manajemen Strategi
  • Manajemen Operasi atau produksi
  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen Informasi teknologi

Untuk pembahasan kali ini kita akan mengulas mengenai salah satu manajemen yaitu Manajemen Produksi. Membahas secara lengkap dan tepat tentang Pengertian Manajemen Produksi, Ruang Lingkup, Fungsi Dan Aspek Manajemen Produksi.

Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi ialah Penataan dalam proses pengubahan bahan mentah menjadi produk atau jasa yang telah diinginkan sehingga memiliki nilai jual. Dalam sebuah bisnis, manajemen produksi merupakan hal yang penting jadi sangat perlu diperhatikan untuk penataan dalam membeli bahan baku, dan pembentukan sistem dan pemanfaatan teknologi agar dapat bertahan dalam persaingan ekonomi yang ketat.

Pengertian manajemen produksi menurut para ahli :

Sofyan Assauri  ( 2008: 19 )

Pengertian manajemen produksi adalah kegiatan dalam mengatur dan juga mengkoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya , sumber daya dana, sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya bahan. Sehingga lebih efektif dan juga efisien dalam menciptakan dan menambah kegunaan sebuah barang maupun jasa.

  Pengertian Komunikasi

Handoko ( 1999:3 )

Manajemen produksi merupakan usaha pengelolaan yang dilakukan secara optimal penggunaan semua sumber daya dari faktor produksi, tenaga kerja, bahan mentah, mesin-mesin dan juga peralatan. dalam proses transformasi dari bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk maupun jasa.

Heizer dan Reider ( 2011 : 4 )

Manajemen produksi merupakan rangkaian dari kegiatan yang dapat menghasilkan nilai dalam bentuk barang atau jasa dengan cara mengubah input menjadi output.

Irham Fahmi  ( 2012 : 3 )

Manajemen Produksi  adalah yang membahas mengenai pihak manajemen produksi  perusahaan menggunakan ilmu dan juga seni yang dimiliki untuk dapat mengarahkan dan juga mengatur orang-orang untuk mencapai hasil dari produksi  yang diinginkan.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Terdapat 3 kategori dalam ruang lingkup manajemen produksi, yaitu sebagai berikut :

1. Keputusan atau kebijakan tentang perbaikan

Kebijakan bersifat kesinambungan dan dilakukan secara rutin, beberapa dari kebijakan perbaikan secara kontinu terhadap keluaran, keefektifan, keefisienan, maupun kapasitas. Perawatan pada mesin dan sarana kerja yang terus dilakukan perbaikan secara terus-menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan produk.

[su_note note_color=”#d8d8d8″]baca juga: pengertian manajemen pemasaran[/su_note]

2. Keputusan atau kebijakan tentang Transformasi

Kebijakan operasi yang sifatnya dalam jangka pendek berkaitan dengan keputusan taktis dan operasional. Yang meliputi dengan jadwal produksi , jadwal penyerahan masukan ke subsistem pengolahan,  anggaran produksi, penyerahan keluaran ke pelanggan dan juga jadwal giliran kerja.

3. Keputusan atau kebijakan mengenai desain

Kebijakan yang merupakan keputusan jangka panjang yang meliputi tentang penentuan, desain, lokasi, tata letak pabrik dan kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan.

Perencanaan dan pengendalian produksi mencakup bidang-bidang sebagai berikut :

  1. Bahan baku yaitu komponen dan suku cadang yang berjumlah dan juga spesifikasi dalam waktu yang tepat dan cepat. Pembelian, penyimpanan, pengendalian persediaan, standarisasi adalah kegiatan yang berhubungan.
  2. Metode yaitu menentukan dan memilih metode pengolahan terbaik dari beberapa alternatif.
  3. Mesin dan peralatan yaitu terkait dengan fasilitas produksi yang tersedia dalam sistem produksi.
  4. Tenaga kerja yaitu merencanakan tenaga kerja mulai dari anggota tim, supervisor dan juga manajerial yang memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan.
  5. Aliran produksi yaitu menentukan arus kerja dan penganan material dii pabrik atau  langkah untuk pengolahan.
  Pengertian URL: Sejarah, Fungsi, Tipe dan Contohnya

Fungsi Manajemen Produksi

Fungsi dari manajemen produksi ialah pertanggungjawaban dalam pengolahan dan juga pentransformasian input menjadi output dapat berupa barang maupun jasa yang dapat memberikan hasil.

Jika kita dilihat dari pendapat seorang ahli yaitu Sofyan Assauri ( 2004 : 22 ) maka terdapat empat fungsi penting manajemen produksi yaitu :

  • Dalam proses Pengolahan maka metode atau teknik yang dapat digunakan untuk pengolahan input.
  • Jasa-jasa penunjang yaitu sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan dan juga metode yang akan dijalankan yang membuat proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan juga efisien.
  • Perencanaan yaitu berkaitan dengan pengorganisasian dari kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu dan juga periode tertentu.
  • Pengendalian maupun pengawasan yang merupakan fungsi yang menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan, sehingga tujuan untuk penggunaan dan juga pengolahan dapat menjadi kenyataan dan terlaksanakan.

[su_note note_color=”#d8d8d8″]baca juga: pengertian manajemen strategi[/su_note]

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan serangkaian aktivitas yang berkaitan dan juga menyatu dan menyeluruh sebagai suatu sistem. Peran manajemen produksi dalam bisnis dan juga perusahaan  sangat berkaitan apabila tidak berjalan dengan baik maka produksi akan mengalami kendala, dan jika dapat dimaksimalkan maka peran manajemen dalam hal ini operasional maka akan terciptanya aktivitas bernilai.

Aspek Manajemen produksi

Aspek Perencanaan

Perencanaan produksi yang bertujuan untuk persiapan yang sistematis untuk produksi yang akan dijalankan. Keputusan yang dihadapi dalam perencanaan produksi adalah :

  1. Jenis barang yang akan diproduksi
  2. Kualitas barang
  3. Bahan Baku
  4. Pengendalian produksi
  5. Jumlah barang

Aspek Pengendalian

Pengendalian Produksi yang memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal demi jumlah biaya yang optimal. Dan berikut ini adalah kegiatan yang harus dilakukan antara lain :

  1. Menyusun perencanaan
  2. Menentukan kepada siapa barang yang telah diproduksi akan dipasarkan
  3. Membuat penjadwalan kerja
  Pengertian Manajemen Operasional

Aspek Pengawasan

Pengawasan produksi yang memiliki tujuan untuk pelaksanaan yang dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan meliputi :

  1. Menetapkan kualitas
  2. Menetapkan standar barang
  3. Pelaksanaan produksi yang sesuai dan tepat waktu

Didalam sebuah perusahaan sangat diperlukan yang namanya manajemen produksi agar dapat menghasilkan suatu produk yang telah memenuhi standar bisnis dan perusahaan. Dan itulah 3 aspek penting yang harus dilakukan agar  dapat benar-benar menghasilkan produk yang berkualitas yang dapat dipasarkan.

***

Inilah pembahasan mengenai Pengertian Manajemen Produksi, Ruang Lingkup, Fungsi Dan Aspek Manajemen Produksi. Pada prakteknya, manajemen produksi sering kali dikesampingkan dan masih banyak yang tidak memahami secara benar apa itu manajemen produksi dan fungsi penting dari adanya manajemen produksi dalam bisnis dan perusahaan.

Manajemen produksi sering kali disebut dengan manajemen operasi karena keduanya memiliki hubungan yang erat. Namun bukan berarti perbedaan. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat untuk para pembaca. Sekian dulu untuk kali ini, Terima kasih.