Pengertian Pendidikan Nonformal

Pengertian pendidikan nonformal, tujuan, jenis dan contoh pendidikan nonformal. Alasan Perlunya Pendidikan NonFormal? Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh-contohnya. Zaman sekarang, seseorang tidak cukup hanya mendapatkan pendidikan formal di sekolah saja. Mereka perlu mendapatkan tambahan berupa pendidikan nonformal, khususnya pendidikan yang sifatnya berhubungan dengan minat dan bakat.

Kenapa? Perkembangan dunia semakin cepat dan pendidikan formal tertinggal di belakang. Demi mempersiapkan diri sendiri supaya mampu bertahan, maka pendidikan nonformal pun dibuat untuk menjawab kebutuhan atas semua perkembangan ini. Namun, sebenarnya apa itu pendidikan non formal?

Pengertian Pendidikan Nonformal

Secara umum, pendidikan nonformal diartikan sebagai semua pelaksanaan pendidikan yang dilakukan di luar lembaga pendidikan resmi atau tidak berasal dari lingkungan sekolah. Walaupun tidak diselenggarakan di luar jalur pendidikan resmi, namun pendidikan nonformal bisa dilakukan secara terstruktur maupun berjenjang. Hal ini tertuang jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 – Pasal 1 (ayat 2) yang mengatur Sistem Pendidikan Nasional.

Bagaimana hasil pendidikan nonformal? Karena mengacu pada UU Sistem Pendidikan Nasional, maka hasil dari pendidikan nonformal bisa dibilang sederajat atau setara dengan hasil dari pendidikan formal. Itulah kenapa lembaga pendidikan nonformal juga memiliki jenjang dan tingkatan yang diatur secara mandiri oleh lembaga yang bersangkutan dan berbeda-beda satu dengan lainnya.

Sebagaimana diketahui, semua orang memerlukan dan berhak atas pendidikan layak untuk diri sendiri sepanjang hidup. Hanya saja, terdapat anak-anak diluaran sana yang tidak mendapat pendidikan luar sekolah karena berbagai macam alasan. Inilah kenapa pendidikan nonformal di luar jalur sekolah perlu digelar untuk memberikan akses pendidikan anak-anak yang putus sekolah, tidak sekolah, atau yang ingin mendapat tambahan ilmu.

  Pengertian Negara: Unsur, Fungsi, Tujuan Dan Bentuknya

Pengertian Pendidikan Nonformal Menurut Para Ahli

1. Hamojoyo (1973)

Pengertian pendidikan nonformal adalah usaha yang terorganisir secara sistematis dan kontinyu di luar sistem persekolahan, melalui hubungan sosial untuk membimbing individu, kelompok dan masyarakat agar memiliki sikap dan cita-cita sosial (yang efektif) guna meningkatkan taraf hidup dibidang materil, sosial dan mental dalam rangka usaha mewujudkan kesejahteraan sosial.

2. Coombs (1973)

Secara luas Coombs memberikan pengertian pendidikan nonformal adalah: setiap kegiatan pendidikan yang terorganisasi, diselenggarakan di luar pendidikan persekolahan, diselenggarakan secara tersendiri atau merupakan bagian penting dari suatu kegiatan yang lebih luas dengan maksud memberikan layanan khusus kepada warga belajar di dalam mencapai tujuan belajar.

baca juga: Pengertian Pendidikan: Menurut Para Ahli, Umum, Sejarah, Tujuan, Dan Jenisnya

3. Niehoff, (1977)

Niehoff merumuskan pengertian pendidikan nonformal secara terperinci yakni: Pendidikan nonformal didefinisikan sebagai tujuan kita yang berisi metode menilai kebutuhan dan minat akhir orang dewasa dan remaja putus sekolah di negara berkembang – berkomunikasi dengan mereka, memotivasi mereka pada pola, dan kegiatan terkait yang akan meningkatkan produktivitas mereka dan meningkatkan kehidupan standar mereka.

4. lifelong learning in Japan. (1992:39)

Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan sosial dalam hal ini adalah Semua kegiatan pendidikan termasuk di dalamnya pendidikan olah raga dan rekreasi yang diselenggarakan di luar sekolah bagi pemuda dan orang dewasa, tidak termasuk kegiatan-kegiatan pendidikan yang diselenggarakan dengan menggunakan kurikulum sekolah.

Tujuan Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal memiliki dua tujuan utama, yang kedua-duanya bermanfaat untuk menambah, mengganti, serta melengkapi pendidikan formal. Dua tujuan utama dalam pendidikan nonformal itu antara lain:

Memenuhi belajar di tingkatan dasar. Pendidikan ini mencakup pengetahuan tentang segala sesuatu – bisa alam, keaksaraan, kesehatan – gizi, kewarganegaraan, dan lain-lain.

  Pengertian Sosial Media

Melanjutkan pendidikan di tingkatan dasar serta nilai-nilai hidup. Pendidikan ini seperti mempelajari tentang meditasi, kesenian, pengajian, sekolah minggu, dan sebagainya.

Selain itu, terdapat manfaat lain yang didapatkan dari dua tujuan utama yang sebelumnya disebutkan – pengembangan potensi diri dan media bersosialisasi.

  1. Pengembangan Potensi Diri | Pendidikan nonformal diselenggarakan di luar jam pelajaran sekolah serta aturan yang lebih fleksibel. Walau begitu pendidikan ini mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan potensi diri yang dimilikinya sesuai minat dan bakat. Sehingga peserta didik dari lembaga pendidikan nonformal akan dengan senang hati mempelajarinya. Peserta didik akan merasa nyaman. Hal itulah kunci memaksimalkan potensi dirinya. Hasil akhirnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diinginkan.
  2. Media Sosialisasi | Peserta didik lembaga pendidikan nonformal juga akan mendapatkan jaringan koneksi (sosialisasi) yang lebih luas. Itu karena ia akan bertemu dengan orang-orang baru ketika ikut dalam jalur pendidikan di lembaga nonformal. Ketika seseorang bersosialisasi, maka ia tidak akan menjadi pribadi yang anti-sosial. Di samping itu, kebiasaan bersosialisasi membuat seseorang menjadi tumbuh rasa percaya dirinya.

Kenapa Pendidikan Nonformal Diperlukan?

Pendidikan nonformal hadir sebagai jawaban atas kurang cepatnya pendidikan formal dalam perkembangan dunia yang semakin cepat. Selain itu, pendidikan tidak resmi ini merupakan alternatif dari realitas yang memprihatinkan dari dunia pendidikan di Indonesia. Kita semua tahu pendidikan formal di Indonesia itu mahalnya bukan main, tapi hal ini tidak diimbangi oleh peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.

Pada akhirnya, orang-orang yang lulus dari jenjang pendidikan formal banyak yang tidak memiliki keahlian yang spesifik. Ketika orang-orang ini dipekerjakan oleh sebuah perusahaan harus diberi pelatihan ulang yang sebetulnya merupakan pemborosan.

  Pengertian Pendidikan Karakter: Fungsi, Tujuan dan Contohnya

Namun dibalik itu semua, pendidikan nonformal muncul untuk memberi kesadaran baru pada masyarakat: pendidikan bukanlah kegiatan untuk mendapatkan gelar dan ijazah saja. Lebih dari itu, pendidikan merupakan kegiatan penyerapan dan internalisasi ilmu yang memberikan peningkatan taraf kehidupan pada individu dan masyarakat secara luas dalam berbagai aspek.

Contoh-contoh Pendidikan Nonformal

Saat ini sudah begitu banyak jenis pendidikan nonformal yang muncul di masyarakat. Tentu hal ini wajar, mengingat zaman makin berkembang dan tidak akan bergerak mundur ke belakang. Dengan begitu, masyarakat akan selalu dinamis mengikuti perkembangan zaman dalam kehidupan sekarang dan lebih haus pada pengetahuan dan keterampilan ekstra.

Berikut ini beberapa kelompok pendidikan nonformal yang telah dikenal luas di masyarakat, yaitu:

1. Lembaga Pelatihan dan Kursus

Lembaga pelatihan dan kursus merupakan jenis pendidikan nonformal yang dibuat sekelompok orang di masyarakat. Lembaga ini bertujuan memberikan mental, keterampilan, dan pengetahuan pada peserta didik. Contoh-contoh dari lembaga ini adalah lembaga kursus komputer, seni musik, bahasa Inggris, melukis, memasak, menjahit, mengemudi, dan lain sebagainya.

2. Kelompok Belajar

Kelompok belajar merupakan jenis pendidikan nonformal yang terdiri dari sekelompok orang di masyarakat yang saling berbagi pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman satu dengan lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup dan mutu setiap anggota dari kelompok belajar ini. Contoh-contohnya adalah kelompok belajar paket A, paket B, paket C, dan kelompok belajar usaha.

3. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Menurut Sihombing serta Gutama (2000), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (disingkat PKBM) merupakan pendidikan nonformal yang diikuti dan diselenggarakan seluruh anggota masyarakat. Secara garis besar, PKBM bertujuan untuk meningkatkan keterampilan atau keahlian, hobi, bakat, dan pengetahuan.

  Pengertian Hukum Tata Negara

PKBM bisa diselenggarakan di kota maupun di desa, tergantung masyarakat mana yang menyelenggarakannya. Untuk mendukung terlaksananya PKBM, maka ada hal-hal yang perlu dijadikan patokan, antara lain: kualitas SDM, kemampuan bekerja sama, kompetensi fasilitator, minat masyarakat, fasilitas pendukung, kontrol, daya dukung, anggaran, pemeliharaan, dan pengembangan ke depan.

4. Siraman Rohani

Siraman rohani merupakan pendidikan nonformal yang digelar masyarakat untuk meningkatkan sikap hidup, keterampilan, dan pengetahuan yang ada hubungannya dengan nilai-nilai keagamaan. Jika masyarakat beragama Islam, maka contoh-contoh nyata dari majelis ta’lim adalah kelompok pengajian, yasinan, salafiah, pembacaan dan pengulasan kitab kuning, dan lain-lain.

Jika masyarakat beragama non-muslim, dalam hal ini kristen, maka contoh-contoh nyatanya adalah sekolah minggu. Atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengkajian agama untuk agama lainnya.

5. Satuan Pendidikan Sejenis

Satuan pendidikan sejenis merupakan pendidikan nonformal yang digelar masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Namun dalam pelaksanaan jenis pendidikan non formal ini diperlukan landasan hukum.

Contoh-contoh nyata untuk satuan pendidikan sejenis adalah lembaga calistung (baca, tulis, berhitung), padepokan pencak silat / karate, kepramukaan, balai latihan, penyuluhan, sanggar kesenian, kelas akting, dan sebagainya.

***

Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian pendidikan nonformal – mulai dari definisinya, tujuannya, jenisnya, serta contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Dari uraian diatas, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda seputar pendidikan.