Pengertian Pluralisme: Definisi, Manfaat dan Contoh Pluralisme

Pengertian Pluralisme dan Contoh Pluralisme. Indonesia adalah negara yang beragam. Negara dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa saat ini memiliki keragaman yang membentang dari Sabang hingga ke Merauke. Keragaman tersebut meliputi banyak elemen, mulai dari agama, suku, budaya, bahasa, kuliner yang menjadi ciri khas suatu daerah dan sebagainya. Bicara keragaman, tentu kita pernah mendengar apa itu pluralisme. Yuk, salami apa pengertian pluralisme dan contoh pluralisme yang ada di sekitar kita.

Pengertian pluralisme

Pluralisme dalam lingkup ilmu pengetahuan adalah sebuah paham yang bersedia menerima berbagai perbedaan yang ada antar manusia satu dengan yang lain. Dilihat dari segi susunan harfiahnya, pluralisme tersusun dari dua kata yaitu plural yang berarti beraneka ragam dan isme yang artinya adalah paham. Di Indonesia, kesadaran akan pluralisme sangatlah penting, mengingat masyarakat sangat beragam dari berbagai aspek. Meski salah satu dampak buruk dari pluralisme adalah konflik, namun ini tidak berarti yang perlu disorot adalah sisi konfliknya, tetapi sisi keberagaman yang nyata dan harus disikapi dengan tenang dan bijaksana melalui pemahaman akan pluralisme.

definisi pluralisme
pengertian pluralisme

Di Indonesia, salah satu tokoh pluralisme adalah Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur. Atas usaha beliau, Indonesia mengakui keberadaan agama Konghucu yang akhirnya disahkan menjadi salah satu agama yang ada di Indonesia. Atas jasa beliau, Gus Dur mendapatkan gelar sebagai Bapak Pluralisme sebab saat beliau menjadi presiden, toleransi akan keberagaman sangat diperhatikan. Umat Konghucu yang sebelumnya adalah umat minoritas akhirnya mendapatkan pengakuan. Ini adalah bukti bahwa sikap pluralisme sangat penting dan harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang hidup dalam keragaman.

Pengertian Pluralisme Menurut Para Ahli

Beberapa ahli mendefinisikan pluralisme sebagai berikut:

  Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

1. definisi dari Webster

Pluralisme merupakan suatu kondisi sosial yang meliputi keragaman budaya, ras, etnis, bahasa, suku, dan sebagainya. Mereka yang memiliki ciri khas masing-masing bersedia untuk mempertahankan ciri khasnya itu dan bersedia berkecimpung dalam masyarakat yang majemuk. Dari gambaran tersebut, masyarakat bisa hidup saling berdampingan satu dengan yang lainnya, dan memegang teguh keyakinan untuk mewujudkan rasa persatuan dan juga kesatuan yang merupakan muasal terjadinya konflik diantara golongan.

2. Anton M. Moeliono

Menurut ilmuwan Anton Moeliono, definisi pluralisme adalah pemaknaan jamak atau tidak satu seperti keberagaman kebudayaan di masyarakat. Ini berarti memberikan penghormatan terhadap golongan lain yang memiliki kebudayaan lain yang tidak sama seperti dirinya. Penghormatan tersebut terwujud dalam bentuk sikap saling menghormati dan menghargai yang merupakan pondasi dari terbentuknya pluralisme.

3. Geralrd O” Collins & Edward G. Farrugia

Pengertian pluralisme menurut  kedua tokoh tersebut adalah cara pandang filosofis yang tidak lantas menggambarkan semua pada prinsip atau keyakinan pribadi, akan tetapi ketersediaan untuk menerima berbagai macam keragaman yang ada. Adapun elemen yang dicakup oleh pluralisme adalah dari segi agama, budaya dan juga politik.

4. Santrock

Pengertian pluralisme menurut Santrock adalah penerimaan bagi setiap individu yang memiliki gagasan bahwa perbedaan budaya yang ada di antara sesama harus terus dihargai dan dipertahankan. Ini berarti masyarakat menyadari bahwa antara perbedaan budaya yang dimiliki dan keberagaman yang ada adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Keberagaman budaya adalah akar sebuah bangsa yang pantas menjadi dasar terbentuknya negara yang besar seperti Indonesia saat ini.

5. Samsul Ma’arif

Samsul Ma’arif berpendapat bahwa yang dimaksud dengan keberagaman adalah adanya toleransi atas keragaman terhadap golongan budaya dan suku yang ada di sebuah masyarakat. Perlu adanya sikap toleransi yang menjadi dasar dari jiwa pluralisme yang harus muncul dalam setiap diri individu. Sikap tersebut yang pantas menjadi awal mula sikap saling menghargai, menghormati, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan sekaligus perbedaan yang ada di dalam masyarakat tersebut.

  Pengertian Sumber Daya Manusia: Kemampuan Individu Untuk Menghasilkan Yg Bernilai

Singkatnya, dari definisi tersebut pluralisme merupakan kesadaran akan adanya keragaman yang ada yang berdasar pada sikap ingin mewujudkan persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat dengan menjunjung tinggi toleransi dan rasa saling menghormati antar sesama.

manfaat pluralisme
pengertian pluralisme

Manfaat Pluralisme

Adapun manfaat dari kesadaran akan pluralisme diantaranya adalah:

  1. Mengarahkan kita untuk lebih mudah memberikan toleransi terhadap adanya perbedaan yang terjadi dalam  masyarakat.
  2. Tidak mudah terpengaruh adanya konfrontasi oleh media massa atau media yang lain.
  3. Ini adalah pondasi atau dasar dari adanya persatuan dan kesatuan yang terjadi di dalam masyarakat.

Contoh Pluralisme

Beberapa contoh pluralisme yang terjadi di masyarakat adalah:

1. Anda tentu masih ingat terjadinya konflik antara warga Madura dan warga Dayak di provinsi Kalimantan Tengah beberapa tahun lalu. Ini adalah konflik SARA yang setidaknya membunuh 315 warga Madura. Selanjutnya, konflik yang terjadi meluas sampai menjangkau Kuala Kapuas hingga Palangkaraya. Muasal dari konflik ini adalah adanya rencana pembatalan pelantikan pejabat karena yang bersangkutan beragama Islam. Darisitu, terjadi politik adu domba bagaimana caranya agar pembatalan tersebut berlanjut sehingga menyebabkan friksi di masyarakat. Pada dasarnya, masalah keyakinan adalah masalah yang tidak seharusnya dicampuri dan di otak atik. Ini berarti rendahnya pendidikan pluralisme yang diberikan dan minimnya toleransi sehingga konflik saat mudah terjadi. Contoh lain adanya pluralisme SARA di Indonesia adalah banyaknya penduduk asing dari Cina, Pakistan, Amerika dan Arab yang memilih bertempat tinggal di Indonesia. Dari segi penampilan fisiknya saja sudah sangat jelas kelihatan bahwa mereka memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa yang kita gunakan setiap harinya, memiliki ciri fisik kulit yang putih, rambut pirang, hidung mancung dan sebagainya. Berinteraksi dengan mereka tidak lantas harus mengedepankan ego masing-masing. Toleransi harus dijunjung tinggi disertai penghormatan dan penghargaan.

  Pengertian Hukum Internasional
contoh pluralisme
pengertian pluralisme

2. Kelompok etnik Jawa Timur yang ada pada Era Otoda

Di era otonomi daerah, masyarakat Jawa Timur menjadi sorotan sekaligus perbincangan yang menarik. Ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu:
Masyarakat Jawa Timur memiliki keragaman yang tinggi, dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit dengan kepadatan yang tinggi.
Keberagaman penduduk tersebut adalah dasar dari pembentukan atau pembangunan masyarakat yang sangat penting.
Hanya terdapat beberapa golongan saja yang memiliki akses dalam bidang politik dan  ekonomi daerah yang terdapat pada order baru, tidak keseluruhan.
Patahnya pandangan ahli yang mengatakan bahwa masalah etnik bisa diatasi dengan adanya kemajuan dalam bidang ekonomi dan juga politik.
Menjadi salah satu bentuk penerapan otda pada sebuah negara yang menjadi contoh pluralisme yang ada di dalam masyarakat kaitannya dengan keragaman budaya dan etnik.

***

Berdasarkan pengertian pluralisme di atas, maka paham ini sangat cocok diterapkan di negara yang plural atau majemuk seperti halnya di Indonesia. Ini adalah negara yang beragam agama, budaya dan politiknya dimana kondisi tersebut rentan memicu konflik jika tidak disertai dengan adanya kesadaran akan pluralisme yang menjunjung tinggi toleransi dan penghormatan.