Pengertian Tradisi

Pengertian Tradisi – Tradisi merupakan kebiasaan yang dilakukan sejak lama dan secara terus menerus yang telah menjadi bagian kehidupan masyarakat sampai saat ini. Tradisi biasanya dilakukan oleh negara, agama, waktu, kebudayaan, dan lain sebagainya. Tradisi menjadi semua sesuatu yang diwariskan dari dahulu ke masa sekarang. Dapat diartikan juga bahwa tradisi adalah warisan sosial yang mampu bertahan sampai masa kini.

Dari aspek materialnya, tradisi diartikan sebagai benda atau bentuk materil yang mengingatkan dan juga dapat menunjukkan adanya hubungan khusus tertentu yang masih bertahan sampai sekarang. Misalnya prasasti, candi, kereta kencana, puing-puing kuno, dan benda-benda peninggalan sejarah lainnya.

Tradisi yang telah menjadi budaya akan menjadi suatu sumber dalam berakhlak. Hal dasar dari pengertian tradisi adalah adanya suatu informasi yang disampaikan dan diteruskan ke setiap generasi selanjutnya misalnya dalam bentuk lisan atau tulisan. Karena tanpa adanya suatu komunikasi yang baik, tradisi juga bisa saja menjadi hilang. Tradisi secara otomatis dapat memberikan pengaruh terhadap aksi dan reaksi yang akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut akan dijelaskan tentang pengertian tradisi, tujuan, fungsi, macam-macam, dan contoh tradisi.

Pengertian Tradisi Menurut Para Ahli

  1. WJS Poerwadaminto. Menurut WJS Poerwadaminto tradisi adalah semua hal yang tentang kehidupan dalam masyarakat dilakukan terus menerus misalnya budaya, adat, kebiasaan, dan kepercayaan.
  2. Soerjono Soekamto. Menurut Soerjono Soekamto tradisi merupakan kegiatan suatu kelompok masyarakat yang dilakukan berulang-ulang dan langgeng.
  3. Bastomi. Menurut Bastomi tradisi adalah kebudayaan dan dengan adanya tradisi suatu sistem kebudayaan menjadi sangat kokoh. Apabila tradisi dihilangkan maka kemungkinan kebudayaan juga akan hilang.
  4. Piotr Sztompka. Menurut Piotr Sztompka pengertian tradisi adalah segala bentuk gagasan maupun material yang berasal dari masa lampau namun masih ada sampai saat ini, tidak dihancurkan, dirusak, maupun dilupakan.
  5. Shils. Menurut Shils tradisi adalah sesuatu yang diwariskan dari dahulu untuk masa sekarang.
  6. Coomans M. Menurut Coomans M tradisi merupakan gambaran dari sikap dan juga perilaku manusia yang mengalami proses lama dan turun menurun dari nenek moyang.
  Pengertian Komunikasi

Tujuan Tradisi

tujuan tradisi
tujuan tradisi

Adanya sebuah tradisi di masyarakat adalah untuk supaya manusia kaya tentang nilai sejarah dan budaya untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Dimana semua hal tersebut dengan mudah akan terwujud jika sesama manusia bisa saling menghargai, menghormati, dan juga dapat menjalankan budaya tradisinya dengan baik dan benar sesuai dengan nilai dan aturan yang ada.

Fungsi Tradisi

Adapun fungsi dari tradisi antara lain:

1. Penyedia fragmen warisan yang historis

Tradisi berfungsi sebagai penyedia fragmen warisan yang historis. Tradisi merupakan gagasan dan juga bentuk material yang bisa digunakan manusia dalam berbagai tindakan saat ini dan juga membangun masa yang akan datang dengan pengalaman masa lalu sebagai dasarnya. Contohnya tradisi kepahlawanan dan lain sebagainya.

2. Pemberi legitimasi dalam pandangan hidup

Tradisi berfungsi untuk memberikan legitimasi pada keyakinan dalam pandangan hidup, atau peraturan dan pranata yang telah ada. Yang mana semuanya memerlukan pembenaran agar bisa mengikat para anggotanya. Contohnya wewenang raja yang telah sah dari tradisi seluruh dinasti yang terdahulu.

3. Penyedia simbol dalam identitas kolektif

Tradisi dapat dijadikan sebuah simbol identitas kolektif yang sangat meyakinkan, dapat memperkuat loyalitas pada bangsa atau komunitas. Contohnya tradisi nasional untuk bendera, lagu, mitologi, emblem, ritual umum, dan lain sebagainya.

4. Tempat pelarian

Tradisi juga berfungsi untuk tempat pelarian dari ketidakpuasan, keluhan, atau kekecewaan terhadap kehidupan yang modern. Tradisi mampu memberikan kesan masa lalu yang lebih baik dan bahagia.

Macam-macam dan Contoh Tradisi

fungsi dan contoh tradisi

Berikut adalah contoh dan macam-macam tradisi yang kita kenal berasal dari berbagai daerah di Indonesia:

1. Ritual tiwah

Ritual tiwah adalah suatu tradisi dari Kalimantan Tengah khusus bagi orang yang telah lama sudah meninggal dunia. Upacara tradisi ritual tiwah dilakukan oleh Suku Dayak untuk mengantarkan tulang dari orang yang telah meninggal dunia menuju rumah yang disebut sanding. Tujuan ritual ini adalah untuk meluruskan perjalanan sanga arwah ke surga, sekaligus bertujuan untuk melepaskan segala kesialan untuk keluarga yang ditinggalkan.

  Pengertian Seni

2. Balimau

Balimau dilakukan oleh masyarakat Sumatera Barat tepatnya untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan. Balimau berasal dari bahasa Minangkabau yang artinya mandi yang disertai dengan keramas. Tradisi balimau dianggap sebagai upaya pembersihan atau penyucian diri sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan. Balimau dilakukan beramai-ramai di sungai, danau, atau kolam dan dapat diikuti oleh siapapun dari yang muda, tua, laki-laki, dan perempuan.

3. Tabuik

Tabuik dalam bahasa Arab artinya mengarak. Tradisi tabuik dilakukan oleh masyarakat Sumatera Barat di Pantai Barat. Tradisi ini dilakukan setiap hari Asyura yaitu tanggal 10 Muharram. Tradisi tabuik menggambarkan rasa duka yang sangat mendalam dan rasa hormat bagi cucu Nabi Muhammad SAW di Pariaman.

4. Dugderan

Tradisi dugderan dilakukan oleh masyarakat Semarang di pasar malam. Pedagang akan menjual beraneka ragam barang seperi mainan anak, pakaian, dan hiburan seperti komedi putar. Dugderan berasal dari kata dug artinya suara bedug dan der artinya suara meriam. Suara bedug dan meriam pada saat dahulu digunakan untuk memberi tanda masuknya Bulan Suci Ramadhan yang dilakukan seminggu sebelumnya dan berakhir pada satu hari sebelum hari pertama Bulan Ramadhan.

5. Meugang

Tradisi meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh untuk menyembelih satu ekor kerbau yang nantinya dagingnya untuk dimakan saat menjelang waktu puasa. Kerbau biasa dibeli dengan cara patungan. Selain itu tradisi meugang juga biasa dilakukan di Hari Raya Idul Adha.

6. Makan Kue Apem

Tradisi makan kue apem dijadikan sebagai suatu pertanda akan datangnya Bulan Puasa Ramadhan yang dilakukan oleh masyarakat di Surabaya. Dalam tradisi ini, kue apem dipercaya sebagai kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu afwan yang artinya adalah maaf. Dengan memakan kue apem, secara simbolis diartikan sebagai bentuk permohonan maaf pada keluarga, saudara, teman-teman, dan lain sebagainya. Orang-orang akan berkumpul dan bersalam-salaman untuk saling memaafkan dan meminta maaf setelah makan kue apem. Kemudian disambung dengan acara pengajian atau tahlilan.

  Pengertian Seni

Penyebab Terjadinya Perubahan Tradisi

Penyebab terjadinya perubahan tradisi adalah karena banyaknya tradisi dan juga bentrokan antara satu tradisi dengan tradisi yang lainnya. benturan tradisi yang terjadi diakibatkan antara tradisi masyarakat yang berbeda dalam masyarakat tertentu.

Adanya perubahan tradisi dapat dengan mudah dilihat secara kuantitatif yaitu dari jumlah pendukungnya. Masyarakat bisa saja ditarik untuk dapat mengikuti suatu tradisi tertentu dan selanjutnya dapat memberikan pengaruh pada semua masyarakat dalam satu negara atau bahkan dalam skala besar seperti global.

Sedangkan tanda adanya perubahan tradisi dari segi kualitatif yaitu adanya perubahan dalam kadar tradisi, simbol, gagasan, dan juga nilai-nilai tertentu yang sengaja ditambahkan, dan yang lainnya disingkirkan atau dibuang.

***

Demikianlah ulasan tentang pengertian tradisi berserta berbagai seluk-beluknya. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi berguna dan menambah wawasan untuk pembaca.